Saat Bangsa Berseru kepada Tuhan

Renungan Harian / 16 August 2026

Saat Bangsa Berseru kepada Tuhan
Aprita L Ekanaru Official Writer
      74

“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.”

Yunus 3:10

 

Kisah Niniwe memberi kita gambaran yang indah tentang bagaimana Tuhan memperhatikan bukan hanya kehidupan pribadi seseorang, tetapi juga sebuah kota dan bangsa secara keseluruhan.

Ketika Yunus menyampaikan peringatan Tuhan, respons Niniwe begitu kuat. Sang raja merendahkan diri, seluruh kota berpuasa, dan bersama-sama mereka berseru kepada Tuhan. Di tengah ancaman kehancuran, mereka memilih datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka.

Yang menarik, Yunus 3:10 mengatakan bahwa Tuhan melihat bagaimana mereka berbalik dari jalan yang jahat. Doa mereka berjalan bersama dengan sebuah perubahan hati. Dari sini kita belajar bahwa doa bagi sebuah bangsa bukan hanya tentang menyampaikan berbagai permohonan kepada Tuhan, tetapi juga tentang membuka ruang bagi-Nya untuk bekerja di tengah kehidupan kita bersama.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita pun memiliki kesempatan yang sama untuk membawa negeri ini dalam doa. Kita bisa mendoakan para pemimpin, keluarga-keluarga, generasi muda, mereka yang sedang mengalami kesulitan, serta setiap pergumulan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Mungkin kita merasa doa pribadi terlalu kecil dibandingkan dengan besarnya persoalan sebuah negara. Namun kisah Niniwe mengingatkan kita bahwa Tuhan mendengar ketika orang-orang datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan pengharapan.

Kita tidak selalu tahu bagaimana Tuhan akan menjawab setiap doa. Tetapi kita dapat percaya bahwa kasih karunia-Nya tetap bekerja.

Saudaraku, mari mengambil waktu sejenak untuk menyebut Indonesia dalam doa kita. Kiranya Tuhan memberi hikmat, perlindungan, damai, dan menuntun bangsa ini semakin dekat kepada kehendak-Nya.

Refleksi:

Sudahkah saya menyediakan ruang dalam doa pribadi saya untuk membawa bangsa Indonesia dan orang-orang yang hidup di dalamnya kepada Tuhan?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?