Gentle parenting tuh Alkitabiah Gak Ya?

Parenting / 13 July 2026

Gentle parenting tuh Alkitabiah Gak Ya?
Sumber: Kampus Production from Pexels
Claudia Jessica Official Writer
87

Gentle parenting semakin populer di kalangan orang tua karena dianggap mampu menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan anak. Pola asuh ini menekankan empati, komunikasi, kesabaran, serta pengendalian emosi daripada hukuman atau bentakan.

Bagi orang tua Kristen, nilai-nilai tersebut tentu terdengar selaras dengan ajaran tentang kasih dan kelemahlembutan. Namun, gentle parenting tetap perlu dilihat secara utuh berdasarkan prinsip Alkitab, terutama dalam hal disiplin, batasan, dan pembentukan karakter anak.

Mengenal Prinsip Gentle parenting

Gentle parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang berusaha memahami alasan di balik perilaku anak. Orang tua biasanya diajak berbicara dengan posisi sejajar, mendengarkan perasaan anak, tidak meninggikan suara, dan menjelaskan alasan suatu perilaku perlu diperbaiki.

 

BACA JUGA: Apa Itu Gentle Parenting dan Mengapa Banyak Orang Tua Beralih ke Pola Ini?

 

Pendekatan ini banyak dipilih oleh orang tua yang ingin memutus pola pengasuhan keras yang pernah mereka alami pada masa kecil. Gentle parenting juga dinilai dapat membantu anak mengenali emosi, memahami tindakannya, dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang tua.

Nilai kesabaran dan kelembutan dalam pola asuh ini sejalan dengan Galatia 5:22-23 yang menyebutkan bahwa buah Roh mencakup kasih, kesabaran, kemurahan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Anak Tetap Membutuhkan Disiplin

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam gentle parenting adalah anggapan bahwa setiap perilaku buruk anak selalu dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pemahaman emosi.

Alkitab mengajarkan bahwa semua manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat salah. Dalam 1 Yohanes 1:8 tertulis, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.”

Karena itu, anak bukan hanya membutuhkan pengertian, tetapi juga koreksi dan arahan dari orangtua. Amsal 22:6 berkata, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.”

Disiplin yang alkitabiah bukanlah pelampiasan kemarahan. Efesus 6:4 mengingatkan para orang tua agar tidak membangkitkan amarah dalam hati anak, tetapi mendidik mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Apakah Hukuman Fisik Harus Diterapkan?

Perbedaan pendapat mengenai hukuman fisik masih sering muncul di kalangan orang tua Kristen. Ada yang merujuk pada Amsal 13:24 tentang pentingnya mendisiplinkan anak, sementara orang tua lainnya memilih konsekuensi tanpa hukuman fisik.

 

BACA JUGA: Lelah Menjadi Ibu Sempurna? Gentle Parenting Justru Bikin Burnout?

 

Alkitab memang menekankan pentingnya disiplin, tetapi tidak membenarkan kekerasan, penghinaan, atau tindakan yang membuat anak terluka. Ibrani 12:11 menjelaskan bahwa disiplin memang tidak menyenangkan pada awalnya, tetapi dapat menghasilkan buah kebenaran bagi mereka yang dilatih olehnya.

Karena itu, metode disiplin perlu disesuaikan dengan usia, kepribadian, dan kebutuhan setiap anak. Cara yang berhasil pada satu anak belum tentu cocok bagi anak lainnya.

Menggabungkan Kasih dan Ketegasan

Gentle parenting dapat menjadi bagian dari pola asuh Kristen selama tidak menghilangkan otoritas orang tua dan kebutuhan anak akan disiplin.

Orang tua dapat mendengarkan perasaan anak, menjelaskan kesalahannya, dan tetap memberikan konsekuensi yang jelas. Dengan begitu, anak tidak hanya merasa dikasihi, tetapi juga belajar memahami batasan dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Tujuan utama orang tua Kristen bukan sekadar mendidik anak agar berperilaku baik, sopan, atau patuh, tetapi juga membesarkan anak yang beriman, berakar dalam firman Tuhan, dan bertumbuh dalam karakter Kristus.

Ulangan 6:6-7 mengingatkan orang tua untuk mengajarkan firman Tuhan secara berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memadukan kelembutan, ketegasan, disiplin, dan teladan iman, orang tua menolong anak bukan hanya memahami apa yang benar, tetapi juga mengenal Tuhan sebagai sumber kebenaran serta bertumbuh dengan iman yang kokoh dan karakter yang semakin serupa dengan Kristus.

 

BACA JUGA: Tren Lahiran Gentle Birth Sharena Gunawan, Tawarkan 3 Teknik Melahirkan Tanpa Teriakan Ini

 

Sebagai komitmen membangun keluarga yang berakar dalam Kristus, CBN Indonesia juga menjalankan pelayanan pemuridan bagi anak dan orang tua melalui Superbook dan The Parenting Project.

Superbook menolong anak-anak mengenal firman Tuhan dan bertumbuh sebagai murid Kristus, dan The Parenting Project memperlengkapi para orang tua untuk mengasuh, membimbing, dan memuridkan anak berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.

Informasi lebih lanjut mengenai kedua pelayanan ini dapat ditemukan melalui di sini.

Superbook Indonesia | The Parenting Project

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?