Belajar Jadi Anak Pemberani Karena Tuhan Menyertai Aku - Stephen Emmanuel

Impact Story / 2 June 2026

Belajar Jadi Anak Pemberani Karena Tuhan Menyertai Aku - Stephen Emmanuel
Sumber: dok. Istimewa
Claudia Jessica Official Writer
476

Tidak banyak orang tahu bahwa Stephen Emmanuel pernah menjadi anak yang sangat takut tampil di depan umum.

Saat teman-teman seusianya mulai aktif bergaul dan berani menunjukkan kemampuan mereka, Stephen justru lebih sering memilih diam. Berdiri di depan banyak orang saja sudah cukup membuatnya gugup.

Semua itu berawal dari lingkungan tempat ia bertumbuh.

Karena lingkungan di sekitar rumahnya kurang ramah untuk anak-anak bermain, Stephen jadi lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarga. Orang tuanya memilih untuk menjaga dan membatasi aktivitasnya di luar demi kebaikannya.

 

BACA JUGA: Miliki Iman yang Berani Karena Belajar Firman di Sekolah Minggu

 

Tanpa disadari, minimnya interaksi sosial membuat Stephen tumbuh menjadi anak yang pemalu dan kurang percaya diri. Ia tidak terbiasa menjadi pusat perhatian, tidak terbiasa berinteraksi dengan orang lain.

Setiap kali diminta maju ke depan kelas atau tampil di hadapan banyak orang, berbagai pikiran negatif langsung muncul di benaknya.

Bagaimana kalau aku salah?

Bagaimana kalau aku ditertawakan?

Bagaimana kalau semua orang melihat kegagalanku?

Ketakutan-ketakutan itu membuat Stephen lebih sering menghindar daripada mencoba untuk berani tampil di hadapan banyak orang.

Stephen dibesarkan dalam keluarga yang mengenal Tuhan. Ayahnya, Dwi Kristiyanto, melayani sebagai hamba Tuhan di GPdI Batu Hidup Kebonbimo. Sejak kecil, Stephen juga terbiasa berdoa dan mendengar Firman Tuhan setiap hari.

 

BACA JUGA: Urgent Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Dasar! Superbook for School Jawab Kebutuhan Ini

 

Namun mengenal Tuhan tidak langsung membuat rasa takutnya hilang. Stephen masih bergumul dengan rasa minder dan kurang percaya diri yang terus mengikutinya ke mana pun ia pergi.

Sampai suatu hari, sebuah kisah Alkitab yang ia tonton melalui Superbook mulai mengubah cara pandangnya tentang keberanian.

Belajar dari Keberanian Daud

Salah satu episode Superbook yang paling membekas bagi Stephen adalah kisah Daud dan Goliat.

Ia melihat bagaimana Daud yang masih muda berani menghadapi seorang raksasa yang ditakuti banyak orang. Yang menarik perhatian Stephen bukanlah kemenangan Daud, melainkan alasan di balik keberaniannya.

Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, tapi Daud percaya bahwa Tuhan menyertainya.

Semakin memperhatikan kisah itu, Stephen menyadari bahwa sebelum menghadapi Goliat, Daud sudah lebih dulu belajar mempercayai Tuhan dalam berbagai pengalaman hidupnya. Saat menggembalakan domba, Daud pernah menghadapi singa dan beruang. Dalam setiap keadaan itu, Tuhan menolongnya.

 

BACA JUGA: Belajar dari Esau dan Yakub, Nelza Mulai Belajar Jujur dan Mengasihi Adiknya

 

Dari situlah Stephen memahami sebuah pelajaran yang sederhana tetapi sangat mengubah hidupnya. Keberanian bukanlah tentang tidak memiliki rasa takut. Keberanian adalah percaya bahwa Tuhan menyertai kita ketika rasa takut itu datang.

Jika Daud bisa berdiri menghadapi Goliat karena percaya kepada Tuhan, maka Stephen juga bisa menghadapi ketakutan-ketakutan yang selama ini menghalanginya.

Perlahan, Keberanian Itu Mulai Tumbuh

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA →

Sejak saat itu, Stephen mulai memandang dirinya dengan cara yang berbeda. Ia tidak lagi fokus pada ketakutannya, tetapi mulai belajar mempercayai penyertaan Tuhan dalam setiap langkah hidupnya.

Perubahannya memang tidak terjadi dalam semalam. Tapi sedikit demi sedikit, Stephen mulai berani mencoba hal-hal yang sebelumnya ia hindari.

Saat ada kesempatan untuk mengikuti perlombaan, ia tidak lagi langsung mundur karena takut gagal. Ia mau mencoba dan ternyata Stephen berhasil meraih Juara 2 dalam lomba lukis tingkat kecamatan. Ia juga mengikuti lomba solo vokal dan kembali meraih Juara 2.

 

BACA JUGA: Kick Off Pelayan Anak Superbook 2026, Perlengkapi Gereja Lokal Muridkan Generasi Anak

 

Prestasi itu bukan sekadar piala biasa. Bagi Stephen, itu adalah bukti bahwa ia berhasil mengalahkan ketakutan yang selama ini membatasi dirinya.

Ia mulai menyadari bahwa ketika Tuhan menyertainya, ia mampu melakukan lebih banyak hal daripada yang pernah ia bayangkan.

Di kehidupan sehari-hari, ia juga menjadi lebih berani menghadapi tantangan, baik di sekolah maupun dalam pergaulan. Anak yang dulu selalu khawatir melakukan kesalahan kini mulai berani mencoba hal-hal baru.

Stephen tidak lagi ingin hidup dikuasai oleh rasa takut karena ia tahu Tuhan menyertainya. Stephen percaya bahwa Tuhan yang menolong Daud menghadapi Goliat adalah Tuhan yang sama yang menolongnya menghadapi setiap tantangan dalam hidup.

 

BACA JUGA: Dulu Suka Pulang di Tengah Ibadah, Sekarang Jadi Anak yang Paling Semangat Sekolah Minggu

 

Mari Bantu Lebih Banyak Anak Belajar Berani Bersama Tuhan

Masih banyak anak seperti Stephen yang sedang bergumul dengan rasa takut, minder, dan kurang percaya diri. Melalui kisah-kisah Alkitab yang disampaikan lewat Superbook, mereka belajar bahwa keberanian bukan berasal dari kemampuan diri sendiri, tetapi dari keyakinan bahwa Tuhan menyertai mereka.

Dengan donasi yang Anda berikan, lebih banyak anak dapat mengenal Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan menemukan keberanian untuk menghadapi setiap tantangan dalam hidup mereka.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?