Belajar dari Esau dan Yakub, Nelza Mulai Belajar Jujur dan Mengasihi Adiknya
Sumber: dok. Istimewa

Impact Story / 4 March 2026

Kalangan Sendiri

Belajar dari Esau dan Yakub, Nelza Mulai Belajar Jujur dan Mengasihi Adiknya

Claudia Jessica Official Writer
1622

Ada anak-anak yang sebenarnya baik hati, tetapi belum tahu bagaimana mengendalikan perasaan mereka. Ketika kesal, mereka mudah marah. Ketika takut dimarahi, mereka memilih berbohong.

Begitulah yang pernah dialami oleh Cintami Yunelza Dean, atau yang akrab dipanggil Nelza, seorang gadis berusia 13 tahun yang tinggal di Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesehariannya, Nelza dikenal sebagai anak yang aktif. Tapi di rumah, ia sering terlibat pertengkaran kecil dengan kedua adiknya. Hal-hal sepele seperti berebut bermain ponsel sering berakhir dengan adu mulut bahkan saling pukul.

Jengkel sama adik karena suka berebutan main HP. Dia juga suka ganggu-ganggu saya, cerita Nelza ketika ditanya, kenapa suka bertengkar dengan adiknya.

 

BACA JUGA: Dulu Bertutur Kasar, Karena Kisah Rut Kasih Berproses Secara Karakter

 

Bukan hanya itu. Ketika sedang marah, kata-kata yang keluar pun sering tidak baik, membuat suasana rumah jadi kurang nyaman karena pertengkaran yang terus berulang.

Selain pertengkaran dengan kedua adiknya, Nelza juga punya kebiasaan berbohong. Suatu ketika, Nelza pernah menjatuhkan sebuah piring di rumah. Tapi, karena takut dimarahi orang tua, Nelza mengatakan bahwa adiknya yang menjatuhkannya.

Pernah bohong sama orang tua karena takut dimarahi, katanya jujur.

 

Kisah Alkitab yang Mengubah Nelza

Perubahan mulai terjadi ketika Nelza menyaksikan Kisah Si Kembar Esau dan Yakub di sekolah minggu Superbook di gerejanya, Pokok Anggur Uinau.

Cerita itu mengisahkan dua saudara kembar yang sering berselisih. Yakub bahkan pernah menipu saudaranya dan juga ayahnya demi mendapatkan berkat.

Namun pada akhirnya, ia menyadari kesalahannya dan menyesal atas apa yang telah ia lakukan. Bagi Nelza, kisah itu terasa sangat dekat dengan kehidupannya.

Aku paling suka kisah si kembar Esau dan Yakub, katanya.

Ia teringat bagaimana Yakub menipu dan akhirnya menyesal.

Yakub menipu saudaranya dan ayahnya, terus dia menyesal dan minta maaf atas perbuatannya,lanjutnya lagi.

 

BACA JUGA: Belajar dari Rut dan Boas, Eunike Tak Lagi Minder Karena Keluarganya Miskin

 

Dari Kisah Si Kembar Esau dan Yakub, Nelza mulai memahami sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan dengan serius.

Dari kisah Esau dan Yakub, aku belajar kalau berbohong dan iri hati itu tidak baik.

Kisah tersebut membuatnya merenung tentang sikapnya selama ini, mulai dari kebohongan kecil yang pernah ia lakukan, dan pertengkarannya dengan adik yang sering terjadi hampir setiap hari.

Sejak saat itu, perlahan-lahan Nelza mulai mencoba berubah.

Ia mulai belajar menahan emosi ketika kesal kepada adiknya. Jika dulu mereka mudah bertengkar hanya karena hal kecil, kini Nelza mencoba untuk tidak lagi membalas dengan kemarahan.

Perubahan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berarti bagi kehidupan keluarganya.

Kini, pertengkaran di antara mereka mulai jarang terjadi. Nelza juga semakin mengerti bahwa kejujuran dan kasih sayang dalam keluarga jauh lebih penting daripada menang dalam pertengkaran.

Di sebuah pulau kecil di Nusa Tenggara Timur, pelajaran sederhana dari sebuah kisah Alkitab telah menolong seorang anak untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan seperti Yakub yang akhirnya menyadari kesalahannya, Nelza pun sedang belajar bahwa kasih kepada saudara dan kejujuran kepada orang tua adalah hal yang sangat berharga.

Perubahan itu mungkin dimulai dari sebuah cerita. Tetapi bagi Nelza, cerita itu sedang membentuk cara ia menjalani hidupnya setiap hari.

Lewat kisah Alkitab dan pembelajaran karakter seperti yang dialami Nelza, banyak anak di berbagai daerah mulai belajar tentang kejujuran, kasih, dan perubahan hidup. Kamu juga bisa menjadi bagian dari perubahan ini.

Dukunganmu dapat membantu lebih banyak anak mendapatkan kesempatan belajar nilai-nilai baik yang membentuk masa depan mereka. Mari bersama menghadirkan harapan bagi lebih banyak anak dengan memberikan donasi hari ini.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami