Budaya tongkrongan, musik, fashion, dan gaya hidup anak muda, kini akrab dikenal dengan istilah skena. Bagi sebagian orang, label skena bukan suma sekadar soal selera musik atau komunitas, tetapi bentuk pengakuan sosial agar terlihat keren, berbeda, dan diterima dalam circle atau pertemanan tertentu.
Fenomena inilah yang disorot rapper sekaligus music producer muda, Daniel Abraham, lewat single terbarunya berjudul “Paling Skena”.
Lagu ini menjadi rangkaian terakhir dari empat single yang dirilis Daniel sepanjang April 2026. Menariknya, Daniel yang baru menginjak usia 15 tahun pada 14 April 2026 itu merilis empat lagu dalam satu bulan, dengan jarak rilis satu minggu untuk masing-masing single.
BACA JUGA: “Bukan Cuma Sekali” Bawa Angin Segar di Dunia Musik, Daniel Abraham Singgung Pilihan Hidup
Masih dengan beat garapannya sendiri, lagu Paling Skena mengangkat gaya hidup anak muda yang ingin mendapat julukan “paling skena” di antara teman-teman atau tongkrongannya. Melalui lagu ini, Daniel menggambarkan bagaimana sebagian anak muda melakukan segala cara hingga memaksakan diri untuk mengikuti standar tertentu agar merasa diterima.
Namun, Daniel tidak berhenti pada kritik ringan terhadap tren tersebut. Pada chorus lagu Paling Skena, Daniel mengajak pendengarnya untuk berpikir lebih kritis, setelah dapat label paling skena, selanjutnya apa lagi?
Daniel ingin mengingatkan bahwa pengakuan sosial dan label dari lingkungan sifatnya sementara. Karena itu, ia mengajak anak muda untuk mengejar hal yang lebih bernilai, bukan hanya sibuk membangun citra agar terlihat keren di mata orang lain.
Pesan tersebut juga terlihat dalam penggalan liriknya:
“Ga salah sih kalau mau dianggap skena, tapi ya ga usah perlu maksa… daripada KW internasional, mendingan lau pakai produk lokal.”
BACA JUGA: Siap-Siap! Daniel Abraham Rapper & Music Produser Muda Ini Rilis Album Keduanya
Lewat lirik itu, Daniel menyampaikan bahwa keinginan untuk terlihat keren tidak harus membuat seseorang mengikuti standar tertentu, apalagi sampai memaksakan diri menggunakan barang palsu hanya demi pengakuan. Sebaliknya, ia mengajak anak muda untuk lebih bangga mendukung UMKM
Baginya, menjadi skena atau keren tidak harus selalu mengikuti standar dunia. Identitas seseorang tidak ditentukan oleh merek, tren, atau label yang diberikan oleh lingkungan, melainkan dari nilai dan sikap hidup yang dibangun.
BACA JUGA: Rapper Daniel Abraham, Tour 10 Kota, Sebarkan Misi Inspiratif untuk Anak-anak Indonesia
Lewat Paling Skena, Daniel Abraham kembali menegaskan ciri khasnya sebagai rapper muda yang menyelipkan pesan positif dalam karya-karyanya. Hal ini juga tidak lepas dari bimbingan sang ayah, Yehuda Dwi atau BYD, yang selalu mengingatkan bahwa musisi memiliki tanggung jawab moral dalam setiap karya yang dihasilkan.
Melalui lagu ini, Daniel ingin karyanya menjadi pengingat bagi anak muda bahwa label sosial bisa berubah dan hilang. Namun karakter, nilai hidup, serta keberanian untuk menjadi diri sendiri adalah hal yang jauh lebih penting untuk dijaga.
Sumber : Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”