Istilah date canceled belakangan ini semakin sering muncul di media sosial, terutama di kalangan anak muda yang aktif menggunakan satau sedang menjalani proses pendekatan.
Sederhananya, date canceled adalah kondisi ketika seseorang membatalkan janji kencan secara mendadak, biasanya ketika waktu bertemu sudah semakin dekat, bahkan bisa terjadi hanya beberapa menit sebelum pertemuan.
Fenomena date canceled sebenarnya bukan hal baru. Sejak dulu, membatalkan janji tentu pernah terjadi. Namun, yang membuat istilah ini ramai dibahas adalah cara dan alasannya yang semakin beragam.
Ada yang membatalkan karena benar-benar sakit, ada urusan keluarga, pekerjaan mendadak, atau kondisi darurat lainnya. Tetapi ada juga yang membatalkan hanya karena “tiba-tiba malas”, “mood sedang jelek”, atau bahkan tanpa alasan yang jelas.
Contoh Date Canceled dalam Hubungan
Dalam dunia dating saat ini, date canceled bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Biasanya, pesan yang muncul terdengar seperti, “Sorry ya, aku cancel hari ini,” atau “Aku nggak bisa datang, ada urusan mendadak.”
Kalimat seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi orang yang sudah meluangkan waktu, bersiap-siap, bahkan menyesuaikan jadwal, pembatalan mendadak bisa terasa mengecewakan.
Jenis-Jenis Date Canceled
Ada beberapa jenis date canceled yang sering terjadi.
Pertama, soft cancel, yaitu pembatalan dengan alasan yang sopan dan masuk akal. Misalnya karena sakit, ada keperluan keluarga, atau pekerjaan mendadak. Jenis ini biasanya masih bisa dimaklumi, apalagi jika disampaikan dengan baik dan disertai niat untuk menjadwalkan ulang.
Kedua, ghosting cancel. Ini terjadi ketika seseorang membatalkan janji tanpa penjelasan yang jelas, lalu menghilang begitu saja. Bahkan, ada yang tidak memberi kabar sama sekali sampai waktu janjian lewat. Jenis date canceled seperti ini sering dianggap paling menyakitkan karena menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap waktu orang lain.
Ketiga, absurd cancel, yaitu pembatalan dengan alasan yang terdengar aneh atau konyol. Misalnya, “Aku tiba-tiba nggak mood keluar,” atau “Aku baru sadar capek banget.” Memang setiap orang berhak menjaga kenyamanan dirinya, tetapi cara menyampaikan alasan tetap perlu diperhatikan.
Kenapa Date Canceled Semakin Sering Terjadi?
Salah satu penyebabnya adalah budaya dating yang semakin longgar. Melalui dating apps, seseorang merasa memiliki banyak pilihan, sehingga janji bertemu kadang tidak dianggap terlalu serius. Selain itu, ada juga rasa takut kecewa, tidak nyaman saat bertemu, atau kurangnya kesadaran untuk menghargai waktu orang lain.
Meski begitu, date canceled tidak selalu salah. Dalam kondisi tertentu, membatalkan janji memang bisa dibenarkan. Namun, yang penting adalah bagaimana cara menyampaikannya. Beri kabar secepat mungkin, gunakan alasan yang jujur, dan bila masih tertarik, tawarkan waktu lain untuk bertemu.
Date canceled menjadi fenomena yang mengingatkan kita bahwa dalam hubungan, bahkan sejak tahap awal perkenalan, sikap menghargai tetap penting. Membatalkan janji memang bisa dimaklumi jika ada alasan yang mendesak, tetapi cara menyampaikannya tetap harus diperhatikan agar tidak melukai atau membuat orang lain merasa disepelekan
Sebagai orang percaya, kita diajak untuk memperlakukan orang lain dengan kasih dan hormat. Seperti dalam Matius 7:12 yang mengingatkan kita untuk melakukan kepada orang lain apa yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita.
Karena itu, jika harus melakukan date canceled, sampaikan dengan jujur, sopan, dan secepat mungkin sebagai bentuk menghargai waktu, perasaan, dan usaha orang lain.
Dan kalau pengalaman seperti ini membuatmu kecewa, bingung, atau merasa tidak dihargai, kamu bisa kok curhat atau minta didoakan tim konselor, Layanan Doa CBN.
Ga perlu ragu atau sungkan, kami rindu untuk mendukung setiap momen kamu. WhatsApp kami di 0822-1500-2424 atau klik live chat di pojok kanan bawah.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”