5 Gereja Ramah Lingkungan di Indonesia yang Patut Jadi Contoh

News / 25 May 2026

5 Gereja Ramah Lingkungan di Indonesia yang Patut Jadi Contoh
Sumber: Gereja Katedral Jakarta/Kompas
Aprita L Ekanaru Official Writer
319

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kini tidak hanya menjadi isu global, tetapi juga mulai diwujudkan secara nyata oleh berbagai gereja di Indonesia. Melalui konsep Eco-Church atau gereja ramah lingkungan, sejumlah gereja menghadirkan cara baru dalam menghidupi iman sekaligus merawat bumi.

Gerakan ini sejalan dengan ajaran Laudato Si’ dari Paus Fransiskus yang mengajak umat untuk melakukan perubahan gaya hidup demi menjaga “rumah bersama”, yaitu bumi. Dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah, berikut lima gereja di Indonesia yang telah menerapkan konsep Eco-Church dan patut menjadi contoh.

 

BACA JUGA: Bukan Sekadar Tanam Pohon! Ini Makna Laudato Si’ dalam Gereja Katolik

 

1. Gereja Katedral Jakarta

Sebagai salah satu gereja paling ikonik di Indonesia, Gereja Katedral Jakarta menunjukkan komitmen kuat terhadap lingkungan. Gereja ini telah memasang panel surya berkapasitas besar untuk mendukung kebutuhan listrik, menjadikannya pelopor rumah ibadah bersejarah yang menggunakan energi terbarukan.

Selain itu, Katedral Jakarta juga menerapkan sistem pemilahan sampah yang ketat serta pengolahan limbah organik menjadi kompos. Langkah ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bisa dimulai dari pengelolaan sederhana di dalam gereja.

 

2. HKBP dan Gerakan Ekologi Nasional

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) merupakan salah satu sinode terbesar di Indonesia yang aktif mengampanyekan gerakan gereja ramah lingkungan secara luas.

Melalui program “Tahun Oikumene Inklusif dan Ekologi”, HKBP mendorong jemaat untuk melakukan aksi nyata, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai dan gerakan penanaman pohon. Program ini banyak dilakukan di wilayah penting seperti kawasan Danau Toba yang memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem.

 

3. GKI Kebonjati Bandung

Di tengah hiruk pikuk kota Bandung, GKI Kebonjati tampil sebagai contoh gereja urban yang menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui desain bangunan.

Gereja ini mengedepankan arsitektur hijau dengan ventilasi alami dan pencahayaan maksimal, sehingga dapat mengurangi penggunaan listrik. Selain itu, mereka juga memiliki sistem penampungan air hujan dan biopori, yang membantu menjaga ketersediaan air tanah.

 

4. Gereja-Gereja GKJW di Jawa Timur

Di wilayah pedesaan Jawa Timur, sejumlah gereja di bawah sinode Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) mengembangkan konsep Eco-Church berbasis ketahanan pangan.

Gereja memanfaatkan lahan sekitar untuk pertanian organik, serta mengedukasi jemaat tentang pentingnya menjaga tanah tanpa penggunaan bahan kimia berlebihan. Upaya ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi jemaat.

 

5. Paroki Santo Lukas Sunter

Di Jakarta Utara, Paroki Santo Lukas Sunter menjadi contoh gereja yang konsisten menjalankan program ramah lingkungan melalui keterlibatan aktif jemaat.

Salah satu program unggulannya adalah pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga untuk diolah menjadi biodiesel, sehingga tidak mencemari lingkungan. Selain itu, gereja juga rutin membagikan bibit tanaman untuk mendorong gaya hidup hijau di kalangan umat.

 

BACA JUGA: Tak Perlu Jauh! 10 Goa Maria di Jabodetabek Jadi Favorit Ziarah Bulan Maria

 

Eco-Church Menggabungkan Perpaduan Iman dan Aksi Nyata

Kelima gereja ini menunjukkan bahwa konsep gereja ramah lingkungan di Indonesia bukan sekadar teori, tetapi sudah diwujudkan dalam berbagai aksi nyata. Dari skala besar seperti penggunaan energi surya hingga langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, semua menjadi bagian dari praktik iman yang relevan dengan kondisi saat ini.

Gerakan Eco-Church menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis, tetapi juga panggilan moral dan spiritual bagi setiap umat. Dengan semakin banyak gereja yang terlibat, diharapkan gerakan ini bisa memberi dampak lebih luas bagi keberlangsungan bumi dan kehidupan generasi mendatang.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?