Aku Dipeluk Tuhan Yesus Waktu Lagi Sujud – Kisah Nyata Nur Indah Shinta

Media Program / 30 April 2026

Aku Dipeluk Tuhan Yesus Waktu Lagi Sujud – Kisah Nyata Nur Indah Shinta
Sumber: YouTube Superyouth ID
Claudia Jessica Official Writer
223

“Aku pengen mati aja, Mama.”

Kalimat itu menjadi jeritan dari seseorang yang sudah terlalu lama merasa kosong, tertekan, dan tidak menemukan makna dalam hidupnya sendiri.

Nur Indah Shinta tumbuh dalam lingkungan dengan pendidikan agama yang kuat. Ia diajarkan untuk taat, disiplin, dan takut akan konsekuensi jika tidak menjalankan kewajiban. Namun, di balik itu semua, ada satu hal yang terus mengganggunya sejak kecil, bahwa ia tidak pernah benar-benar merasakan Tuhan.

Alih-alih menemukan kedekatan, yang ia rasakan justru ketakutan.

“Kalau kamu telat ibadah, nanti Papa dibakar di neraka loh.”

Kalimat seperti itu terus ditekankan orangtuanya kepada Shinta dan membuat iman percayanya terasa seperti ancaman. Semakin Shinta bertumbuh, semakin banyak pertanyaan yang ada di benaknya, tetapi ia tidak pernah mendapatkan jawabannya.

Memasuki usia 20-an, Shinta mengalami fase yang berat untuk ia hadapi. Ia merasa hidupnya datar, kosong, dan tidak berarti.

“Kok aku ga bisa ngerasain perasaan, happy atau apa, itu aku ga bisa rasain apa-apa. Aku murung terus,” ucap Shinta

Ia mulai menyakiti dirinya sendiri. Bukan untuk mencari perhatian, tapi karena ia ingin merasakan apapun itu. Bahkan tidur pun menjadi hal yang sulit. Ia bisa tidak tidur selama berhari-hari, sampai akhirnya dia didiagnosis bipolar disorder.

Namun, yang lebih berat dari bipolar disorder adalah kesepian yang ia rasakan. Ketika ia mencoba terbuka dengan orangtuanya, respons yang ia terima justru membawanya kembali ke awal pergumulan yang Shinta perjuangkan.

Tiba-tiba terlontar kalimat mengejutkan dari Shinta, “Aku pengen mati aja mah.”

Tentu pengakuan Shinta membuat sang mama shock. “Kamu jangan gitu, kamu harus ibadah, kamu harus inget Tuhan. Kamu kurang dekat sama Tuhan,” ucap Shinta menceritakan respon sang mama.

Padahal, Shinta sudah pernah mencoba tetapi tidak pernah mendapatkan hasilnya dan merasa kosong.

Di titik paling rendah, akhirnya Shinta membuat satu keputusan, “Oke, ini doa terakhirku. Kalau aku bisa merasakan Tuhan, aku lanjut. Kalau enggak… semua ini cuma omong kosong.”

Shinta berdoa dan sesuatu terjadi.

Ia merasakan kelegaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ketika ia berdoa, Shinta melihat sosok berjubah putih, dengan tangan terbuka.

“Waktu aku sujud dan bangun, ada sosok baju putih dengan tangan terbuka. Aku dipeluk… dan rasanya hangat banget. Seperti ayah ke anak. Aku belum pernah ngerasain. Terus bilang, ‘Anak-Ku tenanglah, semuanya akan baik-baik aja karena ada aku’” cerita Shinta.

Ia bahkan tidak ingat kata-katanya dengan jelas. Tapi perasaan itu—damai, tenang, diterima tidak pernah hilang.

Sejak saat itu, Sinta mulai mencari tahu dengan datang ke gereja secara diam-diam. Lalu apa yang terjadi dalam hidup Shinta selanjutnya, bisa kamu simak dalam podcast Superyouth ID atau dari video di bawah ini:

Sumber : YouTube Superyouth
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?