Krisis pendidikan Kristen di Indonesia menjadi perhatian khusus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Majelis Pendidikan Kristen (MPK) dalam sidang MPL-PGI yang dilakukan di Merauke.
PGI menggandeng MPK Indonesia untuk merumuskan langkah strategis guna memperbaiki kualitas dan keberlanjutan sekolah-sekolah Kristen di berbagai daerah.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI yang sebelumnya menyoroti berbagai tantangan pendidikan, mulai dari penurunan kualitas, keterbatasan sumber daya manusia, hingga ketimpangan akses di sejumlah wilayah.
Kolaborasi Strategis Jawab Tantangan
Dalam pertemuan yang melibatkan pimpinan PGI dan MPK, disepakati bahwa penanganan krisis pendidikan tidak dapat dilakukan secara terpisah. PGI dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan gereja-gereja, sementara MPK memiliki pengalaman teknis dalam pendampingan dan pengembangan sekolah.
BACA JUGA: Kenapa Pemuridan Anak Harus Dimulai dari Usia Dini?
Sekretaris Umum PGI, Darwin Darmawan, menekankan pentingnya sinergi dari kedua lembaga. Ia menyebut bahwa upaya pembenahan pendidikan Kristen harus dilakukan secara terarah, terstruktur, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini isu pendidikan memang telah menjadi perhatian MPK. “Sebab itu menyangkut pendidikan mesti bergandengan dengan MPK, sedangkan untuk menggerakkan gereja-gereja perlu legitimasi dari PGI,” ujarnya.
Roadmap 10 Tahun Berbasis Data
Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah penyusunan roadmap pengembangan pendidikan Kristen untuk jangka menengah, sekitar 10 tahun ke depan. Roadmap ini akan menjadi panduan bersama bagi gereja, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Penyusunannya direncanakan berbasis data dan riset, dengan melibatkan perguruan tinggi Kristen. Hal ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga relevan dengan kondisi nyata di lapangan.
BACA JUGA: Membangkitkan Generasi Anak Papua Unggul sebagai Fondasi Masa Depan
Transformasi Sekolah Sesuai Konteks
Transformasi sekolah Kristen juga harus tetap mengacu pada kebijakan pemerintah, namun dengan penyesuaian terhadap konteks lokal. Kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di setiap daerah menjadi pertimbangan utama dalam penerapan kebijakan pendidikan.
Karena itu, akan disusun pendekatan berbeda untuk sekolah di wilayah perkotaan, pinggiran, hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.
Forum dan Proyek Percontohan
Sebagai langkah konkret, PGI dan MPK berencana menggelar forum diskusi bersama 15 sinode gereja. Pertemuan ini akan membahas solusi bersama dalam menghadapi krisis pendidikan Kristen sekaligus memperkuat komitmen bersama.
Selain itu, akan dilakukan pilot project transformasi di tiga sekolah dari sinode yang berbeda. Program ini akan menjadi model pendampingan yang diharapkan dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah Kristen lainnya.
BACA JUGA: CBN Indonesia dan MPK Kolaborasi Untuk Jawab Tantangan di Dunia Pendidikan
PGI menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata untuk membawa perubahan yang berdampak bagi masa depan pendidikan Kristen di Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya menjawab krisis pendidikan Kristen di Indonesia ini, tidak dapat dipisahkan dari pemuridan yang membentuk karakter dan iman. Hal ini juga menjadi perhatian CBN Indonesia yang selama ini menghadirkan berbagai program pemuridan dan pembinaan rohani.
Melalui pelayanan yang menjangkau anak-anak, remaja, hingga keluarga, CBN turut berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan berbasis nilai-nilai Kristus, yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat dan berintegritas.
BACA JUGA: Apa yang Dikerjakan Oleh CBN?
Sumber : PGI
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”