Gagal sekali mungkin wajar. Tapi bagaimana kalau sampai tujuh kali dalam hubungan serius? Itulah yang dialami Agustinus Lee Martin sebelum akhirnya memahami arti relationship yang sehat.
Dalam podcast Cahaya Bagi Negeri, Agustinus dengan jujur membagikan masa lalunya. Ia mengaku pernah menjalani berbagai hubungan yang berakhir tidak baik. Diselingkuhi, dibohongi, maupun diduakan pernah ia alami.
“Yang serius tujuh kali gagal, yang enggak serius belum dihitung,” ungkapnya.
Alih-alih menyalahkan mantan, Agustinus justru sampai di satu titik kesadaran yang jarang dimiliki banyak orang. Katanya, “Kayaknya yang salah bukan mereka, pasti ada di gua.”
Dari situlah semuanya berubah. Ia mulai melihat pola yang berulang dalam setiap hubungan yang dijalaninya. Salah satunya adalah rasa cemburu berlebihan yang dulu ia anggap sebagai tanda cinta.
Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa perilakunya justru berasal dari perasaan tidak aman dalam dirinya.
“Harusnya kalau lu sayang sama dia, makin lu secure dan percaya, bukan malah mengekang,” ucapnya.
Selain sikap, Agustinus juga menyadari bahwa menemukan akar masalah itu sangat penting supaya bisa membangun hubungan yang benar, tanpa diikuti dengan luka masa lalu.
“Kenapa bisa ada trauma? Karena orang melakukan relationship tanpa lebih dulu mencintai dirinya sendiri,” katanya.
“Sebelum mencintai orang lain, lu harus mencintai diri sendiri. Terus gimana caranya kita mencintai diri sendiri? Kita harus mencintai Tuhan dulu, karena God is Love,” lanjutnya.
Kesadaran itu membuatnya mulai membangun ulang nilai hidupnya. Ia bahkan menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan bagaimana value diri menentukan pasangan yang datang dalam hidup.
Menurutnya, selama seseorang tidak menaikkan value dirinya, maka pola hubungan yang sama akan terus terulang.
Perjalanan tujuh kali gagal itu akhirnya tidak sia-sia. Dari pengalaman pahit tersebut, Agustinus bahkan membangun sebuah gerakan untuk membantu anak muda memahami relationship dengan lebih sehat melalui Slingshot Community.
Tonton podcast lengkap bersama Agustinus Lee Martin di YouTube Jawaban Channel atau video di bawah ini:
Sumber : YouTube Jawaban ChannelIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”