Nama Justin Bieber kembali jadi perbincangan setelah penampilannya di Coachella. Di panggung itu, ia membawakan lagu-lagu lamanya yang penuh nostalgia dan emosi, membuat banyak orang kembali mengingat perjalanan panjang kariernya.
Di tengah sorotan itu, publik juga kembali menengok karya-karyanya yang lebih baru. Salah satunya adalah lagu berjudul “Everything Hallelujah.” Meski lagu ini tidak dibawakan di Coachella, keberadaannya menarik untuk diperhatikan, terutama karena pilihan kata, “Hallelujah.”
Dalam lagu ini, Bieber seolah mengajak pendengar melihat hidup dari sudut pandang yang sederhana, bahwa bahkan hal-hal kecil dalam hidup pun layak untuk disyukuri. Tidak selalu harus momen besar atau spektakuler, tetapi justru keseharian yang sering kita anggap biasa bisa menjadi alasan untuk berkata, “hallelujah.”
Selain Justin Bieber, banyak juga musisi lain yang menggunakan kata Hallelujah dalam lagu mereka. Misalnya dalam karya George Frideric Handel dengan “Hallelujah Chorus” yang megah dan sakral. Hallelujah karya Leonard Cohen yang reflektif dan penuh makna personal, bahkan juga dibawakan ulang oleh banyak musisi, termasuk Bon Jovi.
BACA JUGA: Kata Shalom atau Syalom Bukan Sekadar Sapaan Biasa, Ini Makna yang Sebenarnya
Menariknya, kata yang sama bisa memiliki nuansa yang sangat berbeda. Kadang terasa religius, kadang emosional, kadang bahkan sekadar estetika dalam musik.
Hal ini menunjukkan bahwa “hallelujah” adalah kata yang kuat. “Hallelujah” bisa menyentuh sisi terdalam manusia, tetapi maknanya bisa bergeser tergantung siapa yang menggunakannya.
Di sinilah pentingnya kembali ke akar maknanya. Secara Alkitabiah, “Haleluya” berasal dari bahasa Ibrani hallĕlūyāh, yang berarti “Pujilah Tuhan.” Kata ini terdiri dari:
Namun, yang sering tidak disadari adalah bentuk katanya yang bersifat intensif. Artinya, ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan seruan yang penuh kesungguhan.
Karena itu, “Haleluya” tidak bisa dipahami hanya sebagai kata indah atau ucapan spontan tanpa makna, melainkan sebuah undangan untuk memuji Tuhan dengan sepenuh hati, memusatkan perhatian kepada-Nya, dan melibatkan seluruh hidup dalam pujian yang sungguh-sungguh
Sering kali kita mengaitkan “Haleluya” dengan perasaan senang, misalnya saat doa dijawab, hidup terasa lancar, atau ketika kita sedang bersukacita. Namun dalam iman Kristen, makna “Haleluya” tidak berhenti pada perasaan.
BACA JUGA: 3 Makna Kata Amin yang Tak Semua Orang Kristen Tahu
“Haleluya” adalah sikap hati. Ia adalah keputusan untuk tetap memuji Tuhan, bukan karena keadaan selalu baik, tetapi karena Tuhan tetap layak dipuji dalam segala keadaan. Bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan, ketika doa belum terjawab, atau ketika kita tidak mengerti jalan Tuhan, “Haleluya” tetap bisa diucapkan sebagai bentuk iman.
Di sinilah kedalaman maknanya terasa. Pujian bukan lagi sekadar reaksi terhadap keadaan, tetapi menjadi respons terhadap siapa Tuhan itu.
Jika dipikirkan lebih jauh, pesan sederhana seperti yang muncul dalam lagu “Everything Hallelujah” sebenarnya selaras dengan iman Kristen. Hidup tidak selalu dipenuhi peristiwa besar, tetapi justru keseharianlah yang paling sering kita jalani.
Di dalam keseharian itu, ada begitu banyak hal yang sering dianggap biasa seperti nafas kehidupan, kesempatan untuk memulai hari, hingga relasi dengan orang-orang yang kita sayangi.
BACA JUGA: Belajar Berbicara Dengan Tuhan, Bukan Hanya Kepada Tuhan
Semua itu adalah anugerah. Ketika seseorang mulai menyadari hal-hal kecil ini, ia belajar melihat hidup dengan cara yang berbeda. Dari situ, “Haleluya” tidak lagi hanya menjadi kata yang dinyanyikan, tetapi menjadi bagian dari cara hidup.
Jadi, saat kita mengucapkan “Haleluya,” sebenarnya kita sedang mengatakan lebih dari sekadar “aku senang.” Kita sedang berkata, “Tuhan, dalam segala musim hidupku, Engkau tetap layak dipuji.”
Tapi pertanyaannya, apakah kita hanya mengucapkannya sebagai bagian dari lagu atau kebiasaan? Ataukah kita sungguh memahami bahwa setiap kali kita berkata “Haleluya,” kita sedang menyatakan sesuatu yang dalam, bahwa Tuhan tetap layak dipuji dalam segala situasi?
Jika saat ini kamu sedang berada dalam pergumulan atau ingin belajar memaknai hidup dengan hati yang penuh syukur, kamu bisa mengambil waktu sejenak untuk berdoa, atau jika butuh didoakan, Layanan Doa CBN siap mendampingi dan mendoakan setiap pergumulanmu dengan penuh kasih. Hubungi kamu via WhatsApp di nomor 0822-1500-2424 ya atau klik tombol di bawah ini:
Sumber : Berbagai SumberIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”