Film Yohanna resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April, setelah sebelumnya berkeliling berbagai festival film dunia dan mendapat banyak apresiasi. Film ini juga sempat diputar di Adelaide Film Festival 2025, menjadikannya salah satu karya Indonesia yang menarik perhatian internasional.
Film Yohanna mengisahkan perjalanan seorang biarawati muda yang diperankan oleh Laura Basuki. Ia dikirim ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk menjalankan misi kemanusiaan pasca bencana.
Awalnya, tugas Yohanna terlihat sederhana, menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tapi, situasi berubah drastis ketika truk berisi donasi yang ia bawa tiba-tiba dicuri. Kejadian ini memaksanya turun langsung ke lapangan untuk mencari bantuan yang hilang.
BACA JUGA: Film “Yohanna” Bawa Kisah Biarawati Muda Sumba ke Panggung Adelaide Film Festival 2025
Dalam proses pencarian tersebut, Yohanna justru dihadapkan pada realitas sosial yang keras. Mulai dari kemiskinan, ketidakadilan, hingga eksploitasi anak-anak. Ia bahkan bertemu dengan seorang gadis kecil yang kemudian membantunya menelusuri jejak truk tersebut.
Seiring berjalannya cerita, pencarian itu berubah menjadi pergulatan batin. Yohanna mempertanyakan iman, panggilan hidup, dan makna dari semua yang ia jalani.
Sutradara Razka Robby Ertanto menyampaikan, “Saya ingin membuat film dengan pesan universal. Yohanna mengalami apa yang kita semua pernah rasakan, titik di mana kita bertanya, apakah semua yang kita yakini selama ini benar adanya. Itu bukan pertanyaan milik seorang biarawati saja. Itu pertanyaan kita semua.”
Hal serupa juga diungkapkan oleh Laura Basuki. Ia merasa karakter Yohanna sangat dekat dengan kehidupan nyata banyak orang.
“Yang membuat saya sangat terhubung dengan Yohanna adalah karena pergulatan yang ia alami sebenarnya sangat manusiawi. Kita semua pernah berada di titik mempertanyakan hidup, keyakinan, bahkan diri sendiri. Karena itu saya percaya film ini akan terasa dekat bagi banyak orang,” ujar Laura Basuki, Pemeran Yohanna.
Sebelum tayang di Indonesia, Yohanna telah berkeliling berbagai festival film dunia selama lebih dari satu tahun. Film ini berhasil meraih sejumlah penghargaan, termasuk di Indonesian Screen Awards JAFF 2024.
Penampilan Laura Basuki juga mendapat pengakuan internasional dengan penghargaan aktris terbaik di Asian Film Festival 2025 di Roma. Prestasi ini semakin memperkuat posisi Yohanna sebagai film Indonesia yang layak diperhitungkan di kancah global.
Menariknya, versi yang tayang di bioskop Indonesia sedikit berbeda dari versi festival. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan yang lebih eksperimental, versi terbaru ini disusun lebih kronologis agar lebih mudah dipahami penonton secara luas.
Meski demikian, esensi cerita dan kekuatan emosinya tetap dipertahankan. Film ini bahkan telah mendapatkan klasifikasi “Semua Umur”, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.
Yohanna sangat relevan dengan iman kristen. Panggilan hidup dan ujian iman memang seringkali menjadi bagian dari kehidupan orang percaya yang tidak selalu berjalan mulus. Ada realitas pahit, kekecewaan, bahkan krisis iman yang muncul karena kenyataan tidak sesuai dengan harapab.
Film ini juga menggambarkan bahwa iman bukan sekadar teori atau ajaran, tetapi sesuatu yang diuji melalui pengalaman nyata. Pergumulan Yohanna mencerminkan perjalanan spiritual banyak orang percaya saat harus tetap bertahan dan mencari makna di tengah situasi sulit.
Trailer Film Yohanna:
Sumber : Berbagai SumberIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”