Pernahkah Anda merasa bahwa hidup sebagai orang Kristen terasa hambar? Bahwa melayani Tuhan terasa membosankan, sementara dunia di luar seolah lebih berwarna dan menjanjikan?
Ibu Mandalim pernah mengalaminya. Lahir dari keluarga Kristen, ia justru menghindari gereja sejak SMP. Hingga kuliah di Amerika, Tuhan "menjeratnya" dengan kasih dan membuatnya jatuh cinta pada pelayanan. Puncaknya, seorang hamba Tuhan bernubuat bahwa ia akan memberitakan firman Tuhan—sebuah janji yang mengubah pandangannya tentang masa depan.
Namun seiring pelayanan yang meningkat, fokusnya bergeser. Ia mulai iri melihat teman-teman seusianya yang hidupnya terasa lebih seru. Pelayanan terasa membosankan. Ia merasa "ketinggalan kereta" dan kehilangan masa mudanya. Hingga suatu titik, ia mengambil keputusan ekstrem: mengganti nomor handphone, memutus semua kontak pelayanan, dan memilih menikmati hidup "di luar Tuhan".
Apa yang terjadi? Ia membuka bisnis, gagal. Mencari aktualisasi diri, hancur. Saat pandemi datang dan orang tuanya meninggal, ia berada di titik nol. Semua yang diandalkan seperti koneksi, uang, bahkan sosok ayah tak lagi bisa dipegang.
Di sanalah ia menemukan sesuatu yang mengubah segalanya. Di titik terendah, saat tak ada lagi yang bisa diandalkan, ia menyadari: Yesus saja sudah cukup.
Namun pemulihan tak instan. Rasa bersalah karena pernah meninggalkan pelayanan terus membisikkan ketidaklayakan. Hingga ia belajar melepaskan rasa bersalah itu kepada Yesus yang telah menanggung semuanya di kayu salib. Kebenaran itulah yang memerdekakannya.
Kisah perjalanan Ibu Manda Liem dari pelarian, kehampaan, hingga menemukan kasih karunia di titik nol begitu menginspirasi. Pengalamannya mengajarkan bahwa mengejar kepuasan di luar Tuhan hanya membawa pada kekecewaan, dan titik terendah kita justru bisa menjadi titik temu dengan kasih karunia-Nya yang luar biasa.
Ada apa di balik keputusannya meninggalkan pelayanan? Bagaimana ia bisa pulih dari rasa bersalah yang menyiksa? Dan apa pesan spesialnya bagi Anda yang sedang merasa jauh dari Tuhan?
Temukan jawabannya dengan menonton video selengkapnya di bawah ini. Biarkan kesaksian nyata ini menguatkan iman Anda!
Sumber : Solusi TVIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”