Kalau Mau PDKT, Perlu Berdoa Gak Sih? Jawaban Gen Z Ini Bikin Banyak Orang Mikir
Sumber: Comstock from Photo Images

Single / 6 January 2026

Kalangan Sendiri

Kalau Mau PDKT, Perlu Berdoa Gak Sih? Jawaban Gen Z Ini Bikin Banyak Orang Mikir

Claudia Jessica Official Writer
1535

Kapan pertama kali Anda mulai menjalin hubungan pacaran? Dan apakah Anda mengawali masa pendekatan (PDKT) dengan doa atau tidak?

Pertanyaan seperti ini seringkali muncul di kalangan anak muda, khususnya mereka yang mulai merasakan ketertarikan terhadap lawan jenis.

Untuk melihat bagaimana generasi muda Kristen memandang hal ini, Superyouth berbincang dengan tiga orang generasi Z. Dalam percakapan tersebut, ketiga siswa ini membagikan pandangan mereka tentang PDKT, doa, dan bagaimana seharusnya hubungan dijalani.

Salah satu siswa menyampaikan bahwa ketika mulai menyukai seseorang, ia membawa perasaan itu dalam doa sebagai langkah awal sebelum melanjutkan hubungan ke tahap pacaran.

Menurutnya, Tuhan harus terlibat sejak awal agar hubungan tidak dijalani hanya berdasarkan keinginan pribadi.

“Kita tuh nggak boleh menjalani hubungan semaunya kita sendiri. Jadi kita harus minta ke Tuhan dan berdoa, kira-kira orang yang kita pilih ini sudah benar atau belum,” ujar salah satunya.

Siswa lainnya menambhakan bahwa pacaran bukan hanya soal perasaan senang atau tertarik, tapi berkaitan juga dengan arah dan tujuan hidup ke depan.

Namun, ketiganya sepakat bahwa doa saja tidak cukup tanpa adanya usaha untuk mengenal satu sama lain. Salah satunya mengungkapkan bahwa sulit untuk benar-benar mendoakan seseorang jika belum mengenal pribadinya dengan baik.

“Mana mungkin kita bisa doain kalo kita sendiri ga terlalu deket sama orang ini,” pungkasnya.

Dari sinilah muncul pandangan bahwa doa dan PDKT bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dipandang sebagai proses yang dapat berjalan bersamaan dan saling melengkapi.

PDKT membantu seseorang mengenal karakter, nilai, dan sikap orang yang disukai, sementara doa menolong menjaga hati dan motivasi agar tetap selaras dengan kehendak Tuhan.

Doa yang mereka panjatkan pun bukan doa yang berfokus pada hasil semata, seperti agar hubungan berhasil atau berakhir pada status pacaran.

Doa tersebut lebih merupakan permohonan hikmat dan kejelasan, seperti, “Tuhan, kira-kira orang ini tepat nggak ya buat aku?”

Jika memang orang tersebut tepat, mereka percaya Tuhan akan menuntun dan mendekatkan. Namun jika tidak, Tuhan juga diyakini sanggup menjaga hati dari relasi yang salah.

Dari keseluruhan jawaban mereka, terlihat satu benang merah yang kuat. Ketiganya sepakat bahwa perasaan suka bukanlah hal yang bisa dianggap ringan.

Bagi Gen Z, PDKT bukan hanya tentang mendekatkan diri pada seseorang, tetapi juga tentang belajar melibatkan Tuhan di dalamnya.

Doa menjadi sarana untuk meminta arahan Tuhan, sementara PDKT menjadi proses untuk melihat kecocokan secara lebih jujur dan realistis. Keduanya harus berjalan bersama.

Sumber : Superyouth
Halaman :
1

Ikuti Kami