Kasus temuan kontaminasi radioaktif pada udang beku asal Indonesia di awal 2025 membuka mata kita semua tentang pentingnya keamanan pangan. Insiden ini muncul setelah FDA Amerika Serikat menemukan kandungan Cs-137 sebesar 10,8 Bq/kg, melebihi batas aman pada produk impor udang beku.
Pemerintah Indonesia kemudian memulangkan 3.250 karton, dan hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa 5,7 ton produk telah terpapar radioaktif di permukaan karton kemasannya.
Setelah ditelusuri, masalah ini bermula dari Kawasan Industri Modern (KIM) Cikande, Serang, Banten, tempat sebuah pabrik peleburan baja. PT Peter Metal Technology (PMT) diduga mengalami kebocoran Cesium-137 (Cs-137) dari skrap impor.
Cs-137 adalah limbah radioaktif yang dikenal dari tragedi nuklir Chernobyl 1986, dan mampu bertahan hingga ratusan tahun. Ketika partikel radioaktif masuk ke tubuh manusia baik melalui inhalasi maupun konsumsi, dan risikonya bisa fatal.
BACA JUGA: Jangan ‘Dikit-dikit’ Kasih Gadget Kalau Tidak Mau Anakmu Terkena Penyakit Ini!
Lalu, apa bahaya konsumsi makanan yang terkontaminasi radioaktif yang memberikan dampak langsung dan dampak jangka panjang?
Dampak Langsung Konsumsi Makanan Terkontaminasi Radioaktif
1. Gangguan Pencernaan
Paparan radioaktif dapat mengganggu lapisan sel pada sistem pencernaan. Gejala awal yang sering muncul meliputi mual, muntah, diare. Ini terjadi karena sel pada saluran cerna rusak akibat radiasi, sehingga tubuh tidak dapat berfungsi normal.
2. Penurunan Energi
Radiasi juga dapat merusak sel yang memproduksi energi di tubuh. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan ekstrem, hilang nafsu makan, dan sulit fokus. Seperti baterai yang kehilangan daya, tubuh tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasanya.
3. Penurunan Kekebalan Tubuh
Radiasi melemahkan produksi sel darah putih, sehingga sistem imun menurun drastis. Tubuh pun lebih rentan terkena infeksi, baik bakteri maupun virus.
BACA JUGA: Lewati Pemindaian di Bandara, Bahayakah Radiasinya Bagi Tubuh?
4. Kerusakan Sel dan Jaringan
Inilah bahaya paling mendasar dari radioaktif. Radiasi dapat memutus DNA, merusak struktur sel, dan menghambat regenerasi jaringan. Kerusakan ini bersifat permanen dan dapat menyebar ke berbagai organ.
Dampak Jangka Panjang Konsumsi Radioaktif
1. Peningkatan Risiko Kanker
Paparan berulang terhadap radioaktif, meskipun dalam dosis kecil, dapat memicu mutasi sel yang akhirnya berkembang menjadi kanker, terutama kanker tiroid, darah, dan organ dalam lainnya. Inilah yang paling diwaspadai para pakar kesehatan.
2. Mutasi Genetik
Yang mengerikan, kerusakan gen akibat radiasi tidak hanya memengaruhi generasi sekarang. Mutasi pada DNA dapat diwariskan kepada anak cucu, menyebabkan kelainan bawaan atau penyakit kronis.
BACA JUGA: Gak Ngerti Apa Itu CT Scan? Berikut Prosedur dan Cara Kerjanya
3. Kerusakan Organ
Jika paparan berlangsung lama, radiasi dapat mengganggu fungsi organ penting seperti hati, ginjal, dan sistem kardiovaskular. Organ-organ ini bekerja keras menyaring racun, sehingga sangat rentan menampung kerusakan yang tidak terlihat.
4. Masalah Kesehatan Kronis
Paparan radioaktif dapat menyebabkan gangguan yang menetap dalam jangka panjang, seperti kelemahan kronis, gangguan darah, penyakit metabolik lain yang muncul bertahun-tahun setelah paparan.
Mari berhati-hati dalam memilih makanan, memperhatikan sumber produksi, dan mendukung industri yang bertanggung jawab. Dengan demikian, kita melindungi diri sendiri sekaligus generasi masa depan.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com