3. Ekspresikan Perasaan
Menulis jurnal, berbicara dengan sahabat atau keluarga yang dipercaya, atau bergabung dengan komunitas dukungan bisa membantu meringankan beban. Berbagi cerita dengan orang lain yang mengalami hal serupa bisa memberi rasa "tidak sendirian."
4. Mencari Bantuan Profesional
Tidak ada salahnya meminta pertolongan ahli. Terapi psikologis atau konseling bisa menjadi ruang aman untuk mengungkapkan perasaan, memproses trauma, dan perlahan menemukan makna baru dalam hidup.
Harapan di Tengah Kegelapan
Meski rasanya dunia berhenti berputar, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. Duka tidak harus dihadapi sendirian, baik melalui dukungan keluarga, teman, komunitas gereja, atau bantuan profesional. Perlahan, dengan kasih karunia-Nya, kita bisa belajar berjalan lagi, membawa kenangan indah anak kita sambil terus mempercayakan hidup kita ke dalam tangan Bapa yang penuh belas kasihan.
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku." (Mazmur 23:4).
Jika Anda dan pasangan sedang mengalami hal ini, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”