Ini Yang Membedakan Antara Yang Bodoh dan Bijaksana
Kalangan Sendiri

Ini Yang Membedakan Antara Yang Bodoh dan Bijaksana

Puji Astuti Official Writer
      1475

Ayat Renungan: 

Matius 25: 3-4, “Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. 

Sebuah kutipan cukup terkenal berbunyi, “gagal melakukan persiapan sama dengan mempersiapkan kegagalan.” Namun jika kita merenungkan ayat dalam Matius 25: 3-4 di atas, mereka yang gagal atau tidak melakukan persiapan adalah orang yang bodoh. Sebaliknya, orang-orang melakukan persiapan adalah orang yang bijaksana.  

Perumpamaan tentang lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana dalam Matius 25 adalah salah satu pengajaran yang Yesus sampaikan sebelum Ia menjalani penderitaan di kayu salib. Jadi ini bukanlah pesan yang biasa, namun sangat penting, yaitu tentang sikap hati kita sebagai orang percaya dalam hal mengejar Kerajaan Sorga.  

Dua kelompok gadis dalam perumpaan itu, hanya ada satu yang membedakan mereka, yaitu persiapan yang dilakukan oleh gadis-gadis bijaksana. Selain itu mereka sama-sama menantikan mempelai laki-laki, mereka sama-sama tertidur, dan ketika peringatan datang mereka sama-sama terbangun. Namun para gadis bodoh pelitanya hampir padam, karena mereka tidak membawa minyak cadangan untuk pelita mereka.  

Pada akhir kisah tersebut, para gadis-gadis yang bodoh menggedor pintu saat mereka kembali dari membeli minyak. Namun respon dari si mempelai pria mengejutkan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”  (Matius 25:12-13) 

Berjaga-jaga bisa diartikan juga dengan waspadalah. Namun lebih dari sekedar waspada kapan mempelai itu akan datang, berjaga-jaga dalam hal ini berarti juga kita harus mempersiapkan diri sejak awal apa yang dibutuhkan dalam masa penantian itu sehingga ketika waktunya tiba, pelita kita tetap menyala.  

Hal serupa dituliskan dalam Imamat 6:12-13, bahwa api di atas mezbah harus dijaga tetap menyala jangan sampai padam. Para imam harus menjaganya dengan terus menaruh kayu bakar tepat pada waktunya sehingga api itu terus bisa menyala.  

Pertanyaannya adalah, apakah api Tuhan itu masih menyala dalam mezbah kita? Apakah kita menyediakan kayu bakar atau minyak itu sehingga api itu terus menyala?  

Minyak dan kayu bakar bicara tentang bahan bakar. Jika kita ingin api itu terus menyala dalam hidup kita, satu-satunya cara bagi kita adalah dengan terhubung dengan Tuhan. Dialah sumber bahan bakar kita. Waktu-waktu yang kita khususkan dengan Allah adalah satu-satunya cara kita untuk mempersiapkan diri sehingga kita siap sedia ketika hari Tuhan itu tiba.  

Sahabat, mari kita sadari bersama bahwa tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini daripada waktu kita bersekutu dengan Allah. Tanpa Tuhan, maka segala sesuatu yang kita lakukan adalah sia-sia.  

Action: Jadikanlah waktu bersekutu dengan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup Anda.  

Ayat Hafalan: Imamat 6:12, “Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.” 

Ikuti Kami