Buktikan Cintamu untuk Indonesia, Berikan Suaramu Jangan Golput
Sumber: jawaban.com

News / 11 February 2024

Kalangan Sendiri

Buktikan Cintamu untuk Indonesia, Berikan Suaramu Jangan Golput

Claudia Jessica Official Writer
2412

Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu pilar demokrasi yang memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk menentukan para pemimpin yang akan memimpin negara. Namun, tidak semua warga negara menggunakan hak pilihnya dengan baik. Ada sebagian yang memilih untuk tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau golput.

Golput adalah istilah untuk mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Faktornya pun beragam, mulai dari apatisme politik, kurangnya sosialisasi, hingga mementingkan kebutuhan ekonomi.

Golput bisa berdampak negatif pada proses demokrasi dan pemerintahan, seperti menurunkan legitimasi dan kredibilitas pemerintah yang terpilih, mengurangi kepedulian dan partisipasi politik masyarakat, meningkatkan potensi kecurangan dan oligarki politik, dan mengurangi akuntabilitas dan tanggung jawab para pemimpin.

 

BACA JUGA: Pesan PGI untuk Seluruh Umat Kristen di Indonesia Tentang Pemilu 2024

 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah golput di Indonesia pada Pemilu 2019 adalah sekitar 34,75 juta orang atau 18,02% dari daftar pemilih tetap (DPT). Angka ini menurun dibandingkan dengan Pemilu 2014, yang mencapai 58,61 juta orang atau 30,22%.

Lembaga survei Indonesia (LSI) Denny JA juga mengatakan bahwa golput pada Pemilu 2019 adalah yang paling rendah sejak Pemilu 2004.

Provinsi yang memiliki jumlah golput tertinggi adalah Jawa Barat, dengan sekitar 5,8 juta orang atau 17,43% dari total pemilih di provinsi tersebut. Sedangkan, warga Indonesia di luar negeri yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 1,14 juta orang atau 57,46%.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan memilih para pemimpin yang kompeten dan berintegritas. Dengan demikian, kita dapat berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan yang lebih baik.

 

BACA JUGA: Ahok: Meski Tidak Suka, Tetap Jangan Golput!

 

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menggunakan hak pilih Anda dengan bijak:

  • Lakukan riset dan edukasi diri tentang visi, misi, program, dan rekam jejak para calon pemimpin. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu hoax, fitnah, atau kampanye hitam yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan politik.
  • Ikuti perkembangan dan informasi terkini tentang Pemilu, seperti jadwal, mekanisme, dan aturan-aturan yang berlaku. Pastikan Anda sudah terdaftar sebagai pemilih dan mengetahui lokasi TPS Anda.
  • Datang ke TPS sesuai dengan waktu yang ditentukan dan ikuti protokol kesehatan yang berlaku. Bawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti KTP, surat undangan, dan alat tulis. Jangan lupa untuk membawa masker, hand sanitizer, dan sarung tangan jika perlu.
  • Gunakan hak pilih Anda dengan jujur, adil, dan rahasia. Jangan tergoda oleh iming-iming uang, barang, atau jasa dari pihak-pihak tertentu yang ingin mempengaruhi pilihan Anda. Jangan juga memberitahu atau memperlihatkan pilihan Anda kepada orang lain, karena itu adalah hak Anda yang bersifat pribadi.
  • Hormati hak pilih orang lain dan jangan melakukan intimidasi, provokasi, atau kekerasan terhadap mereka yang berbeda pilihan dengan Anda. Ingat, kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air yang harus saling menghargai dan menjaga persatuan dan kesatuan.

Dengan menggunakan hak pilih Anda dengan bijak, Anda telah berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa dan negara.

 

BACA JUGA: Inilah 10 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Memilih dan Tidak Golput Pada Pemilu 2024

 

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.” (Roma 13:1-2 TB)

Ayat ini mengajarkan kita bahwa memilih para pemimpin yang ditetapkan oleh Allah adalah bagian dari ketaatan terhadap Tuhan. Allah telah mendirikan pemerintah sebagai lembaga yang bertugas untuk menjaga ketertiban, keadilan, dan kebaikan di masyarakat.

Karena itu sebagai orang Kristen, kita harus menghormati dan menaati pemerintah, kecuali jika pemerintah menuntut sesuatu yang bertentangan dengan Firman Allah. Dengan demikian, orang Kristen menunjukkan rasa syukur dan tanggung jawab atas hak pilih yang diberikan oleh Allah.

Mari bagikan artikel ini dan ajak lebih banyak orang untuk menggunakan hak suaranya dan tidak golput di pemilu 2024 yang berlangsung Rabu, 14 Februari 2024!

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami