Apakah Alkitab Menuliskan Tentang Orangtua Sesama Jenis?
Sumber: jawaban.com

Fakta Alkitab / 8 October 2023

Kalangan Sendiri

Apakah Alkitab Menuliskan Tentang Orangtua Sesama Jenis?

Claudia Jessica Official Writer
1197

Pernikahan adalah salah satu institusi yang paling penting dalam kehidupan manusia. Alkitab, memiliki pandangan yang khas tentang pernikahan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa yang Alkitab katakan tentang pernikahan, terutama dalam konteks hubungan sesama jenis.

Pernikahan Menurut Alkitab

Alkitab dengan jelas mendefinisikan pernikahan sebagai persatuan formal antara pria dan wanita yang biasanya diakui secara hukum, agama, hukum adat, dan hukum negara mereka. Ini adalah dasar dari pandangan tradisional yang dianut oleh banyak komunitas agama di seluruh dunia.

Salah satu ayat yang sering dikutip dalam konteks pernikahan dalam Alkitab adalah Kejadian 1:26, yang menyatakan, “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.””

 

BACA JUGA: Benarkah Tuhan Menciptakan LGBT? Berikut Faktanya Dalam Alkitab

 

Gambar dan rupa Allah mencakup kedua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, yang mencerminkan persatuan Ilahi atau pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Ini menegaskan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang didasarkan pada perbedaan jenis kelamin yang telah diberikan oleh Tuhan.

Ketika Tuhan menciptakan Hawa, pasangan Adam, Tuhan bukan menciptakan Adam yang lain. Tuhan menghendaki bahwa pernikahan yang sempurna membutuhkan perbedaan untuk mencapai persatuan. Maka dari itu Adam berseru, “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.” (Kejadian 2:23)

Pandangan Yesus tentang Pernikahan

Yesus juga mengungkapkan pandangan yang sama dalam Injil Matius 19:4-6, di mana Dia mengutip kitab Kejadian dan mengatakan bahwa pernikahan adalah antara laki-laki dan perempuan, dan persatuan ini berlaku seumur hidup. Dalam hal ini, Yesus memandang kisah penciptaan sebagai otoritas yang mengikat bagi pandangan-Nya tentang pernikahan.

 

BACA JUGA: Fakta Alkitab: Rencana Allah atas Keluarga

 

Yesus memang tidak mengajarkan tentang homoseksualitas tetapi Yesus menjadikan ayat-ayat dari kitab Kejadian sebagai fundamental bagi sebuah pernikahan.

Peran Masing-Masing dalam Keluarga

Alkitab juga menggarisbawahi peran unik pria dan wanita dalam keluarga. Perbedaan yang Tuhan berikan tidak hanya mengenai hal biologi, tetapi juga hal sosial dan psikologis.

Orang tua terdiri dari ayah dan ibu dimana ayah berperan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga dan memainkan peran penting dalam mendidik anak-anak. Sementara ibu, dilihat sebagai pengelola semua aspek kehidupan di rumah, terutama yang berkaitan dengan anak-anak.

Ayah dan ibu memainkan peran penting dalam perkembangan anak.

Biasanya, ibu lebih identik dengan sisi lembut yang memberikan kasih sayang, cinta, perhatian, berbagi perasaan, mengamati suasana hati, hingga mengindentifikasi masalah anak yang sangat penting dalam perkembangan moral dan psikologis anak-anak.

Sementara seorang ayah lebih identik dengan sisi yang lebih sulit. Ayah membimbing anak-anak menjadi orang yang lebih kuat dalam pikiran, membimbing anak dalam pendidikan dan karir, juga membantu mereka memahami dunia luar. Seorang ayah juga memberikan perlindungan fisik terhadap anaknya. Sementara seorang anak, merasa lebih nyaman bersama ibunya.

 

BACA JUGA: Jika Homoseksualitas Adalah Dosa, Mengapa Yesus Tidak Pernah Menyebutkannya?

 

Anggota Keluarga

Anak-anak akan tumbuh menjadi manusia dewasa dengan benar di tangan ayah yang benar. Oleh karena itu, para ayah harus menumbuhkan anak-anak mereka dalam firman Tuhan. Ayah tidak seharusnya menjelek-jelekkan atau mempermalukan anak-anak mereka hingga mereka membenci ayahnya (Kolose 3:21).

Istri yang tunduk kepada suami, akan menolong anak untuk tumbuh dengan baik. Dasar penundukan istri terhadap suami adalah meneladani ketaatan jemaat kepada Kristus. Ketika anak-anak melihat ibu mereka tunduk dan menghormati otoritas seorang ayah, hal tersebut akan membantu anak-anak tumbuh pada otoritas di atas mereka, terutama Tuhan.

Di dalam Alkitab, nama bapak atau Ayah menjadi sebuah istilah berbobot yang berarti menyediakan dan melindungi sehingga para Ayah menjadi pengantara antara Allah dan keluarga, begitu pula sebaliknya.

Ayah mengoreksi, mengajar, berkorban, dan bersyafaat. Ayah juga memerintah dan memimpin. Para Ayah mengepalai rumah mereka.

 

BACA JUGA: Jangan Sampai Keliru! Kesalahan Pola Asuh Bisa Sebabkan Anak Jadi LGBT Lho!

 

Selanjutnya para ibu merespon kepemimpinan ini dengan buah-buah kasih dan ketaatan sebagaimana diajarkan dalam Alkitab. Anak-anak akan beruntung bertumbuh bersama ibu yang piawai mengelola kehidupan mereka (Amsal 31:28).

Pandangan Alkitab tentang pernikahan adalah persatuan antara pria dan wanita, yang didasarkan pada perbedaan yang telah diberikan Tuhan. Ini adalah pandangan yang diyakini oleh orang beriman.

Meskipun beberapa masyarakat telah meredefinisi pernikahan dalam beberapa tahun terakhir, pandangan ini tetap menjadi bagian penting dari keyakinan banyak orang.

Dalam keluarga, peran ayah dan ibu memiliki makna yang mendalam, dan keduanya berkontribusi pada perkembangan yang seimbang bagi anak-anak. Bagi yang memegang pandangan ini, memiliki keluarga yang kuat adalah suatu berkat yang perlu dijaga dengan baik.

Anda diberkati dengan artikel ini? Share artikel ini agar lebih banyak orang yang merasa diberkati dan dukung jawaban dengan klik tombol di bawah:

Saya mau dukung pelayanan jawaban.com

 

Saksikan video Fakta Alkitab: Apakah Alkitab Menuliskan Tentang Orangtua Sesama Jenis berikut ini:

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami