Jadi Orang Tua yang Lebih Baik Lewat The Parenting Project
Sumber: Jawaban.com

Relationship / 4 October 2023

Kalangan Sendiri

Jadi Orang Tua yang Lebih Baik Lewat The Parenting Project

Lori Official Writer
2121

CBN merancang seri pengajaran 'parenting' yang sederhana, menginspirasi, dan alkitabiah. Dengan total 12 modul, The Parenting Project bertujuan untuk membantu setiap gereja lokal melatih para orang tua menjadi lebih baik bagi anak-anak mereka.

Seri The Parenting Project ini juga didukung oleh para pelayan Tuhan yang memiliki hati untuk generasi anak dan keluarga di Indonesia.

Di bulan Agustus 2023 lalu, uji coba The Parenting Project sudah dimulai di 42 gereja Mitra CBN. Setiap gereja melibatkan 5-10 peserta (papa mama). Mereka melakukan pertemuan satu kali dalam seminggu, laiknya sebuah komunitas kelompok kecil, lalu bersama-sama menonton satu modul dalam setiap pertemuan. Lalu peserta diberikan waktu berdiskusi bersama sesuai dengan kreativitas gereja masing-masing. 

Menariknya, sepanjang dua bulan uji coba yang telah berlangsung kami mendapatkan banyak sekali kesaksian yang memberkati. Berikut dua kesaksian yang menginspirasi dan memberkati Anda.

 

1. Wasti Toy Fallo asal Soe, NTT

Sejak ikut uji coba The Parenting Project di gerejanya GMIT Batu Karang Nonohonis, Wasti Toy Fallo (44 tahun) sudah diberkati. Banyak pengetahuan seputar pola pengasuhan anak yang dibukakan atas dirinya melalui setiap modul yang ditonto dan didiskusikan. 

 

Baca Juga: Kesaksian Papa Mama yang Diberkati Lewat Modul “The Parenting Project”

 

Melalui modul 6 yang berjudul “Batasan dan Disiplin”, Wasti disadarkan pentingnya memahami kesehatan emosional anak. Dia belajar bahwa apa yang diterapkan dan dilakukan orang tua sebagai bentuk disiplin adalah langkah penting dalam memastikan bahwa anak tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.

“Saya adalah seorang ibu dari dua putri yang berusia 12 dan 5 tahun. Pelajaran yang paling mengena di hati saya adalah akronim KUASA, dengan huruf U melambangkan Unity atau kesatuan dan kesehatian. Suami saya memiliki pendekatan pendidikan yang keras terhadap anak-anak kami, dan seringkali pendekatan ini bertentangan dengan pendekatan saya yang lebih lembut. Saya sangat peduli dengan kesehatan emosional anak-anak saya dan ingin mencegah mereka mengalami tekanan batin atau trauma,” ungkap ibu Wasti.

Pemahaman dari modul The Parenting Project mendorong ibu Wasti berkomitmen untuk membangun kesehatian dan kesatuan pola pengasuhan dengan lebih dulu memperbaiki komunikasi dan kerja sama dengan pasangannya.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

“Tugas penting yang diberikan oleh Tuhan kepada kami untuk mendidik anak-anak kami dengan baik, membuat kami sadar bahwa tanggung jawab yang besar tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Namun ada batasan antara disiplin dan hukuman. Kami berkomitmen untuk menerapkan akronim KUASA dalam keluarga sesuai dengan firman Tuhan,” pungkasnya.

 

2. Ing Yauri asal Palopo, Sulawesi Selatan

Saat program The Parenting Project dibuka di GBI Jemaat Palopo di bulan Agustus lalu, ibu Iing sangat antusias untuk ikut. Dia sangat diberkati dengan Modul 2 yang berjudul “Membangun Kedekatan” dan Modul 6 berjudul “Batasan dan Disiplin”. Sebagai ibu dari empat anak, Ibu Ing mengaku seringkali lepas kontrol menghadapi dua anaknya sudah beranjak remaja. Seringkali saat berbuat kesalahan, emosinya akan meledak dan kata-kata kasarpun keluar. Selain itu ia juga tega memberikan hukuman berat kepada anak-anaknya.

Namun melalui dua modul ini, Ibu Ing menyadari kesalahannya dan mau berubah. Perlakuan seperti mengucapkan kata-kata kasar dan memberikan hukuman rupanya jadi penyebab hubungannya dengan anak renggang. Nilai-nilai yang ada di dalam modul parenting pun membuat ibu Ing berkomitmen untuk berubah menjadi orang tua yang akrab dengan anak. 

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti program The Parenting Project ini. Ternyata selama ini saya menyadari bahwa sikap saya dalam mendidik anak-anak kami ternyata salah. Salah satunya adalah dengan memberikan hukuman yang berat ketika mereka melakukan kesalahan, dan terkadang mengeluarkan kata-kata kasar. Saya berdoa kepada Tuhan supaya sebagai orangtua saya dapat bijak dalam mendidik mereka sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sehingga suatu saat hidup anak-anak kami dapat dipakai Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain,” ungkap ibu Ing.

Ini hanyalah sebagian kecil dari dampak uji coba The Parenting Project yang kami bagikan. Ada puluhan peserta lain yang mengambil komitmen yang sama supaya bisa menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak-anaknya. 

Apakah Anda salah satu orang tua yang terinspirasi dengan kesaksian ini dan ingin mengetahui materi pemuridan orang tua The Parenting Project kami? Anda bisa mengunjungi website resminya di https://theparentingproject.id/ atau segera kontak kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut di +62 851-7236-3086 (Markom CBN Indonesia)

Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami