Menjadi Terang Yang Sesungguhnya
Kalangan Sendiri

Menjadi Terang Yang Sesungguhnya

Hilda Tri Lestari Contributor
      761

1 Yohanes 2:9-10

“Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 14; Matius 14; Kejadian 27-28

Sebagai orang percaya, dalam kehidupan ini ada dua hubungan yang akan selalu kita jalani dan kita tidak bisa hanya memilih salah satunya saja. Hubungan itu adalah hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama.

Kita tidak bisa hanya memutuskan untuk mempunyai hubungan dengan Tuhan saja dan mengabaikan hubungan kita dengan sesama. Ini adalah sebuah ironi dan sayangnya, banyak kita mengalaminya dalam kehidupan ini.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita hukum yang terutama dalam Matius 22:37-39 “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Mengasihi Tuhan adalah hukum yang terutama dan hukum yang kedua yaitu mengasihi sesama kita. Jangan pernah berpikir jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, tetapi tidak mengasihi sesama kita itu sudah cukup. Yang penting hubungan kita dengan Tuhan! Itu adalah pemikiran yang sungguh keliru. Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka dengan segenap hati juga kita akan mengasihi apa yang Tuhan kasihi, yaitu sesama kita manusia.

1 Yohanes 2:9 berkata, “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.” Ya, dia berada dalam terang yang semu karena itu hanya anggapannya (ia berada dalam terang) tetapi sesungguhnya yang Tuhan lihat, kita berada dalam kegelapan.

Masih banyak orang yang mengaku sudah di dalam Tuhan, tetapi masih membenci saudaranya, masih suka sakit hati, dan dendam kepada saudaranya, masih suka merancangkan yang jahat kepada saudara, atau bahkan acuh tak acuh kepada keadaan saudara atau sesamanya.

Mari kita bersama benar-benar hidup di dalam Tuhan, kita mengasihi-Nya dengan segenap hati dan mau lebih lagi merendahkan hidup kita untuk menyenangkan Tuhan. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Mari kita menjadi anak-anak terang yang menyinari sekitar kita dengan kasih Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami