4 Pertimbangan Buat Istri yang Mau Banting Stir dari Wanita Karir Menjadi Ibu Rumah Tangga
Sumber: Jawaban.com

Relationship / 28 June 2023

Kalangan Sendiri

4 Pertimbangan Buat Istri yang Mau Banting Stir dari Wanita Karir Menjadi Ibu Rumah Tangga

Bella Tiurma Official Writer
1154

Setiap pasangan tentu memiliki perencanaan kehidupan yang akan dijalaninya setelah menikah. Terutama bagi setiap para wanita yang akan menjadi istri sekaligus ibu perlu memiliki perencanaan yang matang. Ketika telah memasuki kehidupan pernikahan, tentu akan menyusun perencanaan dari tempat tinggal hinggal pola asuh kepada anak. 

Ketika membicarakan tentang mengasuh anak, perlu adanya kesepakatan bersama antara suami dan istri. Apakah anak akan diasuh sepenuhnya oleh istri atau bahkan memilih untuk mempekerjakan babysitter? Keputusan besar ini tentu perlu adanya diskusi khusus bersama pasangan untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama atas setiap pilihan yang akan diambil nantinya.  

Hal inilah yang menjadi sebuah pertimbangan besar bagi setiap istri, apakah harus melanjutkan karirnya dan sekaligus menjadi ibu rumah tangga? Ataukah harus rela melepaskan karirnya dan beralih menjadi ibu rumah tangga dan fokus kepada anak? 

Tak jarang istri yang berkarir mampu menyeimbangkan pekerjaan di kantor dan mengasuh anak, tetapi beberapa istri lebih memilih resign dari pekerjaannya dan memfokuskan dirinya hanya untuk anak. Oleh karena itu, sebelum para istri memutuskan untuk banting stir menjadi ibu rumah tangga, berikut ini ada beberapa pertimbangan yang dapat dipikirkan kembali sebelum mengambil sebuah keputusan.

 

Baca Juga : Istri Tetap Bekerja Setelah Menikah? Simak 5 Alasannya...

 

1. Kesiapan Melepaskan Jenjang Karir yang Telah Lama dibangun 

Sebelum memulai sebuah hubungan dan melanjutkan ke tahap pernikahan, tentu setiap pasangan memiliki jenjang karir yang telah dinantikannya sebagai hasil usaha yang selama ini sudah dibangun. Sebuah kondisi yang tidak mudah untuk mencapai jenjang karir yang baik, karena ada perjuangan yang panjang dan melelahkan dalam prosenya. 

Oleh karena itu, sebelum melakukan pengunduran diri (resign) dari pekerjaan, perlu pertimbangan yang matang dan kesiapan diri kita untuk melepas semua usaha yang telah kita jalani sebelumnya. Bahkan perlu melakukan diskusi bersama pasangan untuk dampak jangka panjang yang mungkin akan terjadi. Seperti masalah keuangan yang hanya bertopang pada satu sumber saja. 

2. Mempertimbangkan Tujuan Berkarir 

Sebelum para istri memutuskan untuk melepaskan pekerjaannya, perlu memikirkan apa yang menjadi tujuan berkarir. Ketika istri berkarir dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, maka janganlah berhenti karena itu merupakan salah satu perencanaan lain dalam menjaga kestabilan perekonomian rumah tangga. 

Sedangkan, jika tujuan berkarir hanya untuk memenuhi kepuasan idielisme untuk mencapai cita-cita, perlu adanya kehati-hatian di dalam diri agar tidak larut dalam obsesi. Dua poin ini yang perlu menjadi pertimbangan agar menciptakan keseimbangan yang sesuai dengan kondisi keluarga. 

3. Waktu dan Kewajiban Sebagai Istri dan Ibu 

Hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah membagi waktu secara adil untuk pekerjaan dan keluarga. Sehingga mempertimbangkan waktu yang akan dihabiskan untuk bekerja akan berdampak menyita lebih banyak dibandingkan waktu bersama anak dan keluarga. Dimana kewajiban seorang istri bukan hanya mengurus anak saja, tetapi harus mengurus rumah dan suami. 

Hal ini bukan hanya dilakukan sekali atau sehari saja, tetapi harus dilakukan secara terus menerus setiap harinya. Bahkan sekedar merencanakan untuk menyisihkan waktu liburan dan waktu khusus bersama keluarga perlu sangat diperhatikan. Karena pembagian waktu untuk melakukan kewajiban ini haruslah secara adil dan disepakati di awal. Inilah yang menjadi pertimbangan bagi setiap para istri untuk menentukan apakah mempertahankan karirnya atau melepaskannya. 

 

Baca Juga : 7 Teladan Yesus yang Bisa Kamu Gunakan Sebagai Strategi Menjalani Hidup Sukses

 

4. Mengambil Keputusan Sesuai Dengan Keinginan Diri Sendiri 

Tak jarang keputusan untuk melepaskan karir yang sudah dicapai dengan susah payah ini, karena adanya tuntutan dari pihak lain. Ketika hal ini terjadi pada sebagian istri, tak jarang mereka akan merasakan setres dan terbebani dengan setiap aktivitas rumah tangga yang harus dikerjakan. Karena saat keputusan untuk berhenti dari pekerjaan kantor, kebanyakan dari mereka tidak siap dan hanya menuruti setiap tuntutan yang suami, mertua, atau bahkan orangtua berikan. 

Oleh karena itu, untuk menjadi ibu rumah tangga yang seutuhnya perlu adanya keputusan yang diambil sesuai dengan keinginan dari dirinya dan hatinya sendiri. Karena setiap pekerjaan yang akan kita kerjakan jika diawali dengan kemauan sendiri dan dari hati akan terasa lebih ringan dan tak ada beban. Serta setiap para istri harus mengingat bahwa kita memiliki hak yang sama untuk menentukan dan memutuskan setiap keputusan yang diambil, terlebih yang berhubungan langsung dengan kehidupan yang dijalaninya sendiri.

Apakah Anda diberkati dengan artikel ini dan rindu agar orang lain ikut diberkati? Mari bersama-sama dengan kami terus menghasilkan konten-konten inspiratif dengan terus mendukung pelayanan kami dengan klik link di bawah.

 

DONASI

Sumber : parapuan.co | klikdokter.com
Halaman :
1

Ikuti Kami