Terapkan 7 Pola Asuh  Ini Jika Ingin Membentuk Karakter Baik Pada Anak
Sumber: freepik.com

Parenting / 9 March 2023

Kalangan Sendiri

Terapkan 7 Pola Asuh Ini Jika Ingin Membentuk Karakter Baik Pada Anak

Bella Tiurma Official Writer
1171

Mendidik anak adalah tanggung jawab yang harus dilakukan oleh setiap orang tua. Semua hal terbaik akan dilakukan orang tua untuk menghindari pola asuh anak salah. Karena pola asuh yang salah bisa mempengaruhi perilaku dan perkembangan emosional anak di kemudian hari. 

Penting bagi orang tua tahu pola asuh yang baik untuk membentuk karakter anak yang baik dan menumbuhkan kepedulian, kejujuran, kemandirian, dan kebahagiaan pada anak. Pola asuh yang baik juga mempengaruhi perkembangan kognitif hingga spiritual anak lho. 

Baca Juga : 5 Hal Penting yang Dapat Dipelajari Ayah Masa Kini dari Ayah dalam Perumpamaan Anak yang Hilang

Lalu bagaimana seharusnya orang tua mengasuh anak? Berikut 7 pola asuh yang bisa membentuk karakter anak. 

1. Mengajarkan Anak Pendidikan Spiritual 

Allah telah mengingatkan setiap orang tua untuk mengajarkan anak mengenal Allah sedari kecil seperti tertulis di dalam 2 Timotius 3: 15 “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”.  

Pemahaman tentang ayat ini akan membentuk anak memiliki rasa takut akan Tuhan. Sehingga anak tidak akan melakukan hal buruk yang melanggar perintah Allah dan akan selalu berlaku baik kepada orang tua maupun sesama. 

2. Mengenalkan Emosi yang Dirasakan Anak 

Komunikasi adalah kunci utama dari setiap hubungan. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan mengajarkan bagaimana anak mengenali emosi yang dirasakan. Komunikasi yang dilakukan secara intensif dan efektif dapat membantu perkembangan emosional dan sosial anak. Berikan kesempatan anak untuk mengekspresikan yang dirasakan. Orang tua dapat melakukan diskusi dengan anak dengan tutur kata yang baik jika anak berlaku tidak baik. 

3. Memberikan Contoh yang Baik 

Setiap anak akan selalu melihat dan mencontoh apa yang dilakukan dan dikatakan orang tua. Sehingga setiap orang tua ketika sedang berhadapan dengan anak memperlihatkan sikap dan tutur kata yang baik. Pada Amsal 22 : 15 menjelaskan bahwa “Kebodohan melekat pada diri orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.”. Dari sini orang tua diingatkan untuk menyampaikan hal yang baik di depan anak.

Baca Juga : Iniloh Kunci Anak Bertumbuh Sehat Mental dan Iman, Orangtua Wajib Tahu

4. Membentuk Kedisiplinan 

Kedisiplinan sangat membentuk karakter anak yang baik, sehingga anak menjadi lebih mandiri. Jangan memanjakan dan memarahi anak jika melakukan kesalahan, tetapi tegurlah dan beritahu anak dengan tutur kata yang baik. Hal ini akan membentuk pola pikir anak menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. 

5. Berikan Pujian dan Kasih Sayang 

Ketika anak melakukan kesalahan orang tua akan menegur dengan tutur kata yang baik. Begitupun jika anak berhasil melakukan sesuatu yang baik, pujilah anak sehingga ia merasakan dihargai dan disayang oleh orang tua. Penghargaan kecil ini membuat anak untuk melakukan hal baik. 

6. Mengajarkan Sopan Santun 

Sopan santun merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki anak. Orang tua dapat mengajarkan anak dengan melakukan 3 magic words, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Ketika anak dapat menguasai 3 hal penting ini, maka akan membentuk kepedulian anak dalam berinteraksi dan berpikir dahulu sebelum bertindak. 

7. Mengajarkan Berbagi 

Rasa syukur dan berbagi juga perlu ditanamkan dalam diri anak. Hal ini akan membentuk pola pikir anak agar tidak egois dan merangsang sifat kepedulian anak kepada orang lain. Anak akan belajar untuk menghargai dan membawa kebahagiaan untuk dirinya maupun orang lain. 

Karakter yang baik pada anak dapat terbentuk dari pengaruh pola asuh positif yang konsisten dan mendukung. Oleh karena itu, mejadi perhatian bagi para orang tua untuk memperhatikan pola asuh mereka dalam membentuk karakter anak. 

 

Sumber: Alodokter.com; edukasi.kompas.com 

Halaman :
1

Ikuti Kami