Apa yang Tuhan Harapkan bagi Seorang yang Belum Menikah untuk Membangun Hubungan DenganNya

Relationship / 30 May 2023

Kalangan Sendiri

Apa yang Tuhan Harapkan bagi Seorang yang Belum Menikah untuk Membangun Hubungan DenganNya

Bella Tiurma Official Writer
1504

Sebagai seorang yang belum menikah, tahukah Anda apa yang Tuhan harapkan? Atau memiliki sebuah pertanyaan apakah kita telah memenuhi keinginanNya? Kedua hal tersebut bisa jadi sebagai kunci untuk Tuhan menanggapi keinginan terdalam masing-masing dari kita. Atau mungkin sebagai arahan dari keinginan kita untuk menjadi lebih sejalan dengan keinginanNya. 

Dalam Alkitab tak jarang kita jumpai membahas perihal pernikahan. Namun, sebenarnya banyak hal yang Tuhan minta supaya setiap orang dapat melakukannya dan tidak bergantung hanya kepada pernikahan saja. Hal ini dimaksudkan bahwa Tuhan menginginkan setiap umat Kristiani dapat terus membangun dan meningkatkan hubungan kita bukan hanya dengan orang lain saja, tetapi juga dengan Tuhan. 

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa seorang wanita ideal adalah wanita yang telah menjadi isteri yang tertulis dalam Amsal 31. Namun, karakter wanita ideal yang tergambar pada kitab Amsal tidak semata-mata terjadi begitu saja setelah kita menikah.

Baca Juga : Sebelum Menikah, Ketahui Dulu Skill Apa Aja Sih yang Harus Dimiliki Calon Istri?

Kehidupan yang berkualitas dalam diri seorang wanita tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperolehnya dan perlu adanya latihan secara terus-menerus yang dipertahankan. Karena musim yang berbeda dalam kehidupan setiap orang akan memunculkan dan meningkatkan kualitas yang berbeda-beda. 

Lalu, apa yang Tuhan harapkan bagi setiap orang yang belum menjalani kehidupan rumah tangga untuk membangun hubungan dengan-Nya? 

Secara garis besar Tuhan ingin melihat setiap umat Kristiani bahagia dalam setiap keadaan. Dia bahkan meminta kita untuk memiliki sukacita dalam pencobaan seperti yang tertulis dalam Yakobus 1 : 2 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,” 

Bagi beberapa orang yang belum memasuki kehidupan rumah tangga, tak jarang memiliki pikiran bahwa itu adalah sebuah pencobaan yang diperpanjang. Berikut 5 langkah seseorang dapat menemukan kepuasaan dalam menjalani kehidupan sebelum pernikahan sesuai harapan Tuhan. 

Baca Juga : Tuhan Bisa Mengirim Siapapun Untuk Mempersiapkanmu Sebelum Menikah

1. Menemukan dan menciptakan kebahagiaan 

Berdasarkan Firman Tuhan dari Filipi 4 : 4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Paulus mau memberitahukan kepada setiap orang bahwa untuk selalu bersukacita dalam setiap situasi dan kondisi kehidupan. 

Hal ini dikarenakan sebuah kebahagiaan dapat berguna untuk melindungi kesehatan, memperkuat kekebalan tubuh, melawan setres, dan mampu memperpanjang hidup setiap orang. Pada akhirnya, melalui Tuhan setiap orang akan menemukan sukacita yang sejati dan bermakna. 

Namun, hal-hal sederhana dapat setiap orang temukan dan ciptakan untuk sebuah kebahagiaan dalam kehidupannya. Seperti menghabiskan waktu bersama orang terdekat dan keluarga, membantu dan melayani orang lain, memiliki pikiran yang positif, mengucap syukur setiap hari, dan mengembangkan keterampilan serta hobi membuat sesuatu hal yang kreatif. 

2. Menjangkau dan Membantu orang lain 

Salah satu alasan Tuhan memberikan setiap orang melewati kesulitan guna memampukan kita untuk menjangkau dan membantu orang lain sedang mengalami hal yang serupa, seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 1 : 3 – 4 “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” 

Oleh karena itu, setelah kebahagiaan, Paulus memberitahukan kita supaya kebaikan hati setiap orang dapat diketahui oleh orang lain seperti yang tertulis dalam Filipi 4 : 5 “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”

Baca Juga : Gak Perlu Bohong, 4 Hal Ini Jadi Ketakutan yang Umum Wanita Single Hadapi

Tak hanya itu, dalam Amsal 18 : 1 “Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.” setiap orang dapat dengan mudah berpaling ke dalam, terutama bagi seseorang yang sedang mengalami kesendirian atau kesepian. 

Untuk itu, bagi seseorang yang belum memiliki kehidupan berumah tangga tidak memiliki kesempatan yang sama untuk memberi dan membentuk suatu kehidupan bersama dengan orang lain sama seperti yang dilakukan kebanyakan orang yang telah menikah. Tetapi dengan tidak mementingkan diri sendiri merupakan keadaan hati yang tidak menunjukkan sebuah keberpihakan dan memampukan untuk menjangkau agar tidak menyerah. 

3. Bawa Harapan pada Tuhan dan Mencari Kehendak Tuhan 

Seperti yang telah tertulis dalam Filipi 4 : 6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Hal ini menegaskan bahwa setiap orang tidak perlu khawatir dalam segala hal, karena kita dapat membawa semua kekhawatiran kepada Tuhan. Termasuk mengenai kehidupan seseorang yang mengalami kesepian dan ketakutan belum memasuki jenjang pernikahan. 

Sama halnya dengan yang tertulis dalam Mazmur 37 : 4 “dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” Tuhan telah berjanji bahwa DIa akan memberikan apa yang diinginkan hati kita. Walaupun tidak semua keinginan akan diberikan, hal ini terjada karena terkadang kita salah untuk memintanya. 

“Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” - Yakobus 4 : 3 

Namun, disaat setiap umat Kristiani mampu dengan sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan, maka semuanya akan datang. Karena Tuhan memiliki rencana yang berbeda dari apa yang kita inginkan, dan Dia pun berjanji perbedaan dalam rencanaNya akan Dia berikan kedamaian batin dengan membawa semua kecemasan dan kekhawatiran kepada Tuhan.

Baca Juga : Jika Kamu Belum Bisa Mengendalikan 3 Hal Ini, Maka Kamu Belum Siap Tuk Menikah Tahun Depan

4. Mengucap Syukur dan Berterima Kasih 

Untuk mencapai kedamaian pikiran, seseorang tidak hanya bergantung pada penyampaian permintaan keinginan kita pada Tuhan. Tetapi didukung dengan penyampaian ucapan syukur dan terima kasih. Hal ini membuktikan bahwa setiap orang dimampukan untuk mensyukuri segala sesuatu yang ada dalam hidupnya dalam setiap permintaan yang dibuatnya. 

Setiap orang dapat menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupannya dengan cara berdoa, membuat jurnal, mengambil waktu perenungan terkait berkat Tuhan yang telah kita terima, dan melakukan meditasi. 

5. Mempertimbangkan Pikiran 

Paulus berkata pada setiap orang untuk selalu memperhatikan pikiran kita seperti yang telah tertulis dalam FIlipi 4 : 8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” 

Berdasarkan ayat tersebut, setiap umat Kristiani mampu memahami bahwa kita diminta untuk selalu merenungkan dan dengan sungguh-sungguh memikirkan hal-hal yang benar, mulia, adil, murni, indah, baik, dan bijak. 

Karena pikiran yang negatif dan buruk akan memberikan efek yang serupa pula dalam kehidupan setiap orang. Oleh karena itu, dibandingkan seseorang memikirkan pikiran yang ngatif dan buruk, lebih baik memfokuskan diri dan pikiran terhadap hal-hal yang positif untuk mendapatkan dampak yang positif dalam kehidupan.

Sumber : lifehopeandtruth.com
Halaman :
1

Ikuti Kami