ChatGPT dan Masa Depan Dunia yang Berubah Total
Sumber: pexels.com

Kata Alkitab / 7 March 2023

Kalangan Sendiri

ChatGPT dan Masa Depan Dunia yang Berubah Total

Wisnu Prianggani Contributor
2003

Di era teknologi saat ini, kita perlu menyadari banyak perubahan yang sangat cepat terjadi. Bahkan penggunaan teknologi pun mengalami transformasi. Jika hari ini kita masih dibekali dengan smartphone yang sangat mudah terkoneksi dengan internet yang tak terbatas, maka ke depan kita akan melihat bagaimana teknologi bukan lagi digunakan hanya untuk alat komunikasi tetapi juga akan menjadi penggerak dan penentu kehidupan manusia. Penasaran kan?

Ya, belakangan ini kita diperkenalkan dengan satu teknologi termuktahirkan yaitu kecerdasan buatan atau disebut dengan Artificial Intelligent (AI). Salah satu hasil dari teknologi ini adalah kemunculan ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer) yang dikembangkan oleh perusahaan waralaba OpenAI dan dikembangkan bersama perusahaan raksasa perangkat lunak Microsoft. Seperti di awal Januari 2023 lalu, Microsoft telah mengumumkan akan mengintegrasikan chatbot OpenAI ChatGPT dengan Microsoft Bing. Bing dikabarkan akan didasarkan pada GPT-4, dimana sensasi pencarian digadang-gadang jauh lebih menarik dibanding versi lamanya GPT-3.

 

Baca Juga: Apakah Metaverse Ada Dalam Rancangan Tuhan?

 

Banyak orang yang memperbincangan hal ini, kenapa ya? Apa sebenarnya keunggulan ChatGPT? ChatGPT dikembangkan menjadi sebuah teknologi yang membantu manusia untuk mempermudah berbagai urusan yang berkaitan dengan literasi. Teknologi ini dilengkapi kemampuan untuk membantu dan menolong manusia dalam mengerjakan berbagai urusan literasi, seperti pengerjaan tulisan (puisi, cerita, konten marketing dan surat menyurat), proses penerjemahan bahasa dan ajaibnya teknologi ini memiliki kemampuan untuk menggambarkan kondisi dunia di masa depan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI di ChatGPT.

Jika kita memandang dari sisi baiknya, teknologi ini memang akan sangat memudahkan manusia. Karena setiap urusan yang berkaitan dengan pekerjaan bisa menjadi lebih mudah. Tetapi apakah teknologi punya sisi lain yang perlu diwaspadai? 

Mari memandang hal ini dari sudut pandang kekristenan. ChatGPT dengan segala kemampuannya menyediakan informasi, tidak memungkinkan akan menggantikan Tuhan. Benarkah? Jika ChatGPT bisa memberikan informasi yang tak terbatas tentang siapa kita dan bagaimana kehidupan kita di masa depan, manusia bisa saja akan melupakan Tuhan. Bayangkan saja jika hal itu terjadi!

 

Baca Juga: Ramai Bahas Artificial Intelligence, Inikah Waktunya Orang Kristen Harus Melek Teknologi?

 

ChatGPT bukanlah sesuatu hal yang membahayakan. Karena kontrol untuk menggunakannya ada di tangan kita. Yang perlu kita lakukan adalah menyadari bahwa akan ada "tantangan nyata dari teknologi" yang akan mengubah seluruh tatanan kehidupan kita, mengubah kebiasaan kita, mengubah budaya kita dan bahkan mengubah agama kita. Jika kita tidak menyadari sisi baik dan buruknya, kita akan terikut arus dan menerima setiap perubahan dengan mudah. 

Hari ini, Anda berkesempatan membaca artikel ini dan menyadari bahwa dunia akan berubah. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menyambut perubahan ini? Apa yang orang-orang Kristen harus lakukan untuk beradaptasi dengan teknologi ini tanpa harus mengubah hal-hal esensi dalam kehidupan kita?

Mari lakukan 3 hal ini:

1. Perhatikan Pandangan

Panduan pertama adalah menghindari pandangan yang terlalu optimis atau terlalu pesimis terhadap teknologi. Sebagaimana dalam 1 Korintus 10:23, “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” Kita harus menerima bahwa teknologi memiliki potensi baik dan buruk, dan kita harus bertanggung jawab dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi tersebut.

 

2. Peran Manusia

Panduan kedua adalah memahami bahwa meskipun teknologi AI seperti ChatGPT dapat memberikan respons yang koheren dan konsisten, manusia memiliki keunikan yang berbeda dengan mesin. Sebagaimana dalam Kejadian 1:27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kita harus menjaga agar mesin tidak menggantikan peran penting manusia dalam kehidupan.

 

Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah! Artis Gospel Virtual Segera Debut Akhir Tahun Ini, Catat Tanggalnya

 

3. Pertimbangkan Norma

Panduan ketiga adalah mempertimbangkan norma-norma yang diperlukan dalam penggunaan teknologi AI seperti ChatGPT agar teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab dan tidak membahayakan kehidupan manusia. Sebagaimana dalam 1 Korintus 6:12, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” Kita harus mempertimbangkan norma-norma yang diperlukan agar teknologi AI seperti ChatGPT dapat digunakan dengan bijak.

Namun kita tidak bisa memungkiri jika teknologi ini juga bisa kita gunakan sebagai alat yang efektif untuk mempromosikan nilai-nilai kekristenan. ChatGPT dapat digunakan untuk mempromosikan nilai-nilai seperti kasih, kebenaran, dan keadilan melalui interaksi dengan pengguna. Selain itu, teknologi AI dapat digunakan untuk memperluas cakrawala pengetahuan kita dan memperkaya pengalaman rohani kita.

Mari menjadi orang-orang yang cerdas dan waspada. Mari belajar untuk melihat apa yang Tuhan rancang atas dunia di depan dan mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kita perlu menelak kepada firman Tuhan untuk memahami apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Halaman :
1

Ikuti Kami