Apakah Metaverse Ada Dalam Rancangan Tuhan?

Apakah Metaverse Ada Dalam Rancangan Tuhan?

Lori Official Writer
789

Banyak orang Kristen mungkin belum mendengar tentang kemajuan pesat metaverse di dunia teknologi. Hal ini terkait dengan pengumuman dari pendiri Facebook Mark Zuckerberg tentang perubahan nama perusahaannya menjadi meta. Hal inilah yang kemudian dikait-kaitkan dengan kehadiran metaverse.

Kata metaverse sendiri pertama kali muncul dalam novel Neal Stephenson yang berjudul Snow Crash. Lalu tiga decade kemudian istilah ini direalisasikan menjadi sebuah teknologi canggih berbentuk realitas virtual 3D. Lalu apa kegunaannya?

 

Pengertian Metaverse

Metaverse adalah kombinasi dari kata 'meta' dan 'verse'. Meta mengacu kepada sesuatu yang transenden atau di luar dari kemampuan manusia, sementara verse artinya alam semesta.

Namun secara umum, metaverse diartikan dengan ruang digital tempat berkumpulnya orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain. Hal ini mencakup semuanya, mulai dari platform media sosial, video game sampai situs perbankan online.

Contoh bayangan dari dunia virtual reality (VR) itu bisa dilihat seperti yang ditampilkan di dalam film Ready Player One. Bentuk lain dari metaverse ini bisa dilihat lewat video game seperti Second Life dan World of Warcraft. Kedua game ini melibatkan transaksi keuangan dengan pengguna lain yang memang menjadi visi dari metaverse.

Bisa dibilang, dunia baru ini akan menggabungkan virtual reality dengan kehidupan yang nyata. Misalnya seperti beberapa pengguna video game yang menghabiskan uangnya untuk bisa bermain. Bahkan nantinya dunia virtual ini akan mencakup jaringan lokasi digital dimana pengguna akan bertemu dengan teman, pergi ke sekolah, pergi berlibur, membeli barang bahkan pergi ke gereja.

 

Baca Juga: Resmi! Mark Zuckerberg Ganti Nama Facebook Jadi Meta

 

Sisi Lain Metaverse

Apakah metaverse itu buruk? Tidak sepenuhnya. Karena metaverse akan membuat dunia pendidikan akan semakin canggih. Belum lagi biaya transfortasi akan berkurang karena orang-orang lebih banyak memilih tinggal dan bekerja di rumah. Kerusakan lingkungan bisa berkurang, tapi tergantung teknologi apa yang digunakan.

Namun sisi buruknya adalah penggunaan teknologi, khususnya internet, sangat rentan dengan peretasan. Jika metaverse ini benar-benar sudah diterapkan kemungkinan peretasan akan lebih meningkat. Karena pelaku cyber crime mengincar data-data berupa identitas pribadi, keuangan dan medis. Bahkan akan muncul banyak kasus dimana kita tidak lagi bisa membedakan yang mana orang yang baik dan jahat.

Selain itu, akan muncul juga masalah sosiologis dimana orang yang hidup secara online tidak akan melihat para tunawisma di kota mereka. Ada banyak orang yang juga akan kesulitan menemukan pekerjaan. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami