Ramai Bahas Artificial Intelligence, Inikah Waktunya Orang Kristen Harus Melek Teknologi?
Sumber: Bernard Marr

Kata Alkitab / 2 February 2023

Kalangan Sendiri

Ramai Bahas Artificial Intelligence, Inikah Waktunya Orang Kristen Harus Melek Teknologi?

Lori Official Writer
4607

Kecerdasan buatan (Artificial Inteligence (AI)) kini terus berkembang. Kita tidak punya pilihan selain menyambut dan beradaptasi dengan teknologi baru ini. 

Bagi gereja, penggunaan perangkat digital seperti ponsel dan media sosial menjadi tantangan besar, terutama dalam hal pengasuhan anak. Banyak orang tua yang semakin kuatir akan krisis kesehatan mental yang disebabkan oleh ponsel. Meskipun nyatanya terasa mustahil bagi kita menolak atau tidak menggunakan teknologi di zaman ini bukan? Jika demikian apa yang harus dilakukan gereja? Tak lebih adalah mencegah dampak negatifnya dengan mengedukasi jemaat gereja agar lebih melek teknologi dan bijak dalam mengatur prioritas hidup.

 

Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Dipersiapkan Orang Kristen Menyambut Kehadiran Gereja Metaverse

 

Fabrice Jotterand, seorang professor asal Swiss yang mengajar di sekolah kedokteran Wisconsin sekaligus seorang ahli neuroetika menyampaikan fakta dimana banyak orang Kristen belum menyadari kehadiran Artificial Intelligence (AI) saat ini dan masih banyak orang yang berpikir AI adalah sesuatu yang tidak nyata. Namun baginya, AI merupakan sebuah gambaran masa depan yang akan kita hadapi sama seperti yang digambarkan di layar kaca. 

 

AI dan Perannya Dalam Kehidupan Manusia

AI adalah perangkat canggih yang merujuk pada program atau sistem komputer yang berpikir, bernalar dan belajar dengan cara yang sama seperti manusia. Kita sebenarnya sudah lama menyaksikan wujud dari AI ini, seperti yang kita saksikan di film Star Wars dimana muncul mesin yang bisa berpikir, memiliki nalar dan emosi. Atau peran yang dimainkan AI di film besar seperti The Matrix ataupun Ultron.

Melalui AI, manusia berusaha membuat teknologi yang bisa mengalahkan kemampuan manusia sendiri, khususnya dari segi kecepatan berpikir dan bertindak. Tapi tetap saja AI akan selalu memiliki ambang batas kemampuan. Keunggulan teknologi ini sebenarnya muncul dari program termuktahirkan yang dimasukkan di dalamnya, dan mereka diberi kemampuan untuk melakukan tugas-tugas tertentu dalam waktu yang lebih singkat daripada yang bisa dilakukan manusia. Meski begitu, dalam beberapa hal AI masih memiliki keterbatasan seperti hal dalam berempati atau mengungkapkan perasaan mendalam laiknya manusia.

Secanggih-canggihnya AI, ia tidak akan pernah bisa menggantikan pikiran manusia. Karena untuk menciptakan AI, yang melampaui otak manusia, dibutuhkan program yang bisa mengkloning semua unsur yang ada di dalam diri kita tentu saja bukan hanya kecerdasan otak, tetapi juga emosi dan nurani.

 

Baca Juga: Apakah Metaverse Ada Dalam Rancangan Tuhan?

 

Jika Artificial Intelligent (AI) sudah hadir, bagaimana gereja seharusnya meresponi?

Sebagai manusia, kita memahami keterbatasan kita sendiri sebagai ciptaan Allah (Kejadian 1: 27). Kita tidak bisa mengalahkan kekuatan Tuhan (Yesaya 55: 8-9). Jika kita membaca Alkitab dengan baik, tidak ada satupun di dalam Alkitab yang menggambarkan masa depan yang akan dikuasai teknologi (Wahyu). Ini berarti tak satupun dari ciptaan manusia yang bisa mengalahkan kuasa Tuhan!

Kita memang tidak bisa menolak kehadiran kecerdasan buatan atau teknologi muktahir lainnya. Karena para pemuka teknologi sendiri terus berusaha untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang lebih muktahir lagi dan memiliki kemampuan untuk memudahkan kehidupan manusia. Peran AI dianggap sangat penting sehingga mantan insinyiur Google sendiri menciptakan agama baru yang disebut dengan The Way of Future. Ia mengagumi kemampuan AI dan meyakini teknologi ini bisa menjadi pembimbing manusia di masa depan.

Kita tentu tak ingin menjadikan AI sebagai tuhan yang menggantikan Tuhan pencipta kita. Karena AI bisa saja menjadi wujud dari berhala modern di zaman ini. Jika kita tidak memahami apa itu berhala modern, kita tidak akan menyadari seberapa berbahayanya terikat dengan teknologi. Namun di sisi lain, menolak kehadiran teknologi hanyalah omong kosong! Kita hanya bisa mencegah dampak buruknya dengan fokus memperlengkapi generasi ini memiliki pandangan dan iman yang melekat kepada Tuhan. Garid terdepan adalah gereja dan orangtua, yang mana perlu ambil bagian untuk melindungi generasi melalui pemuridan di rumah dan gereja. 

Apakah Anda belum memahami apa itu pemuridan generasi? Yuk cek DI SINI.

 

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami