Hukum yang Mengikat Suami
Kalangan Sendiri

Hukum yang Mengikat Suami

Liana M. Tapalahwene Contributor
      716

Efesus 5:25

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 22; Matius 22; Kejadian 43-44

Sesungguhnya ketika kita membaca kitab Efesus 5:22-33 ini, kita belajar mengenai dasar hidup dari pasangan suami istri. Dimana penekanannya tidak hanya ditujukan kepada satu pribadi atau satu pihak, melainkan untuk kedua pihak yang hidup berpasangan.

Sesuai konteks pembacaan kita hari ini, mari kita merenungkan kewajiban suami yang sama mengikatnya dengan kewajiban istri.

Suami isteri mengerjakan kewajiban masing-masing berdasarkan kerelaan hati, karena kasih Allah yang tercermin dalam praktek kehidupan rumah tangga. Kasih dalam pembacaan kita ini bukan kasih yang timbul dari ikatan emosional. Melainkan kasih yang didasarkan oleh kasih Kristus.

Memang manusia memiliki sifat tidak setia, mementingkan diri sendiri, dan semua hal lain yang bertumpu pada kepuasan diri sendiri. Saat manusia membangun komitmen untuk berbagi rasa dengan orang lain seperti keluarga atau bahkan membangun pernikahan, maka sebuah komitmen menjadi dasar atau hukum yang mengikat untuk dilakukan.

Namun komitmen tidak dilakukan dengan paksaan, tetapi karena kerelaan yang didasarkan pada tanggung jawab. Kristus mengasihi kita jemaat-Nya dengan kasih yang tidak akan pernah berakhir. Itulah yang menjadi contoh dan teladan suami istri saling mengasihi di dalam berumah tangga. Meskipun sebagai manusia, suami tidak akan mampu memiliki kasih yang sempurna seperti Kristus, tetapi Alkitab secara gamblang menasihati kita untuk memiliki kasih yang sama seperti kasih Kristus.

Doa saya pagi ini adalah agar Tuhan Yesus semakin menumbuhkan rasa cinta kasih dalam kehidupan rumah tangga sahabat semua. Tuhan Yesus mengokohkan rumah tangga, menjadikan rumah tangga yang diberkati dan kembali menjadi berkat.

 

Ditulis oleh Liana M. Tapalahwene, S.Kom.

Ikuti Kami