Diburu Musuh, Tetapi Ditolong Allah
Kalangan Sendiri

Diburu Musuh, Tetapi Ditolong Allah

Yenny Budhihartono Contributor
      1106

Mazmur 57:9-10

Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

 

Bacaan setahun : Amsal 2; Wahyu 8; Ester 9-10

Mazmur 57 dengan judul perikop ‘Diburu Musuh, Tetapi Ditolong Allah’ ditulis saat Daud bersembunyi dalam gua untuk menghindar dari kejaran Saul. Saat itu Daud begitu terdesak dan putus asa sehingga ia mengungkapkan bahwa sangat butuh pertolongan dan perlindungan Tuhan.

"Sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. "

Daud mengungkapkan ketakutannya, seperti dirinya berada di tengah singa yang siap melumatnya dengan gigi tajamnya (5), dan seperti berada di tengah musuh yang memasang jaring perangkap pada setiap langkahnya (7).

Namun kemudian, Daud berhasil menang atas ketakutan yang dia alami. Daud menyadari bahwa rasa takut tidak akan membawanya kepada apapun. Daud yakin bahwa Allah yang ia sembah lebih besar daripada segalanya.

Pada akhirnya Daud menuliskan bagaimana cara Daud lepas dari ketakutannya, yaitu:

1. Dengan bersyukur dan bermazmur kepada Tuhan

"Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa" (Mazmur 57:9)

Daud terlebih dahulu bersyukur dan bermazmur bagi Tuhan. Dia tidak membiarkan ketakutan menguasainya, melainkan melantunkan ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan sebagai bentuk pernyataan imannya bahwa Allah pasti memberikan kemenangan baginya.

2. Daud yakin akan kasih Tuhan

"sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan." (Mazmur 57: 10)

Pujian Daud adalah bentuk pernyataan imannya bahwa kasih setia Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya. Kenapa Daud yakin? Karena dia tahu Tuhan yang dia sembah itu hidup dan punya pengalaman serta keintiman dengan Tuhan. Sahabat, secara manusiawi kita bisa sangat ketakutan ketika keadaan sepertinya tidak berpihak kepada kita, namun kita harus percaya seperti Daud bahwa Allah tidak akan membiarkan dan kita tidak membuat diri kita tenggelam dalam keadaan kita.

Jika Tuhan tidak atau belum menjawab doa kita, bukan berarti Tuhan membiarkan atau ingin kita dalam keadaan hancur. Namun Tuhan hendak mengubah semuanya menjadi indah, caranya dengan kita percaya akan campur tangan Allah dalam setiap keadaan. Bersyukur dan bermazmur adalah cara penting yang bisa kita lakukan untuk menjaga hati agar senantiasa dekat serta percaya pada-Nya.

Saya berdoa dan percaya bahwa siapapun yang membaca tulisan ini, ingat bahwa Tuhan mengasihimu.

Mazmur 55:22 (TB) (55-23), 103:13-14 (TB) - Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.  Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami