Mengasihi Tuhan dan Sesama
Kalangan Sendiri

Mengasihi Tuhan dan Sesama

Hilda Tri Lestari Contributor
      1009

Efesus 5:2 (TB)

dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

 

Bacaan setahun: Mazmur 128; Yohanes 5; Yeremia 32-33

Allah telah membuktikan kasih-Nya yang sempurna bagi setiap kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk kita, sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Kita dilayakkan oleh-Nya karena kasih-Nya.

Kasih Allah merupakan inisiatif Allah sendiri, bukan karena responnya atas perbuatan baik kita. Kita pun harus hidup didalam kasih yang murni dihadapan Tuhan. Seperti teladan kasih Allah yang bukan merupakan respon, tetapi inisiatif. Kita mengasihi Tuhan karena Ia sudah memberikan hidup-Nya bagi kita dan melayakkan kita yang sebenarnya sungguh tak layak dihadapan-Nya. Apapun yang terjadi dalam hidup kita baik dalam keadaan ideal maupun tidak, itu tidak boleh mendikte kasih kita kepada Tuhan.

Begitu pula dengan kasih kita kepada sesame. Jika kita mengasihi-Nya dengan segenap hati, tidak mungkin kasih itu tidak kita tularkan kepada sesama kita. Karena jika kita mengasihi-Nya maka kita akan mengasihi apa yang ia kasihi (sesama kita).

Jika kita mempunyai sahabat yang akrab dan ia mempunyai anak, maka secara otomatis kita akan mengasihi anaknya bukan karena perbuatannya tetapi karena orang tuanya adalah sahabat kita. Ini sama artinya ketika seseorang mengatakan mengasihi Tuhan, tetapi membenci sesamanya maka itu sama dengan nol besar.

 

Mari kita bersama untuk hidup dalam kasih. Kasihilah Allah dan sesame, maka hidup kita akan terjamin oleh-Nya. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami