Mengikut Yesus Keputusanku
Kalangan Sendiri

Mengikut Yesus Keputusanku

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      1181

Lukas 9:24

“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

 

Bacaan setahun: Mazmur 127; Yohanes 4; Yeremia 30-31

Kehidupan yang penuh dengan kelimpahan dalam segala hal membuat kita seringkali menjadi enggan untuk melepaskan semuanya. Berbeda dengan Bunda Teresa, seorang anak pengusaha dan politisi yang mengabdikan hidupnya untuk melayani banyak orang miskin yang mengalami sakit cukup serius di India.

Sejarah mencatat, pelayanan yang Bunda Teresa lakukan itu tanpa maksud untuk menjadi tenar atau dikagumi banyak orang. Inilah sikap kepahlawanannya yang menginspirasi banyak orang untuk melakukan kebaikan tanpa melihat suku, agama, dan bangsa orang yang akan mereka bantu. Ketulusan dan hati yang berlimpah dengan cinta kasih, membawa namanya dikenang sepanjang sejarah sebagai seorang wanita berhati malaikat. Hingga akhir hidupnya Bunda Teresa terus melakukan tugas dari sang pemilik kehidupan yaitu, menebar kasih, dan mencurahkan kebaikan bagi semua orang yang ada.

Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan keadaan saat ini, dimana tidak sedikit orang melakukan kebaikan bukan karena ia sudah merasakan cinta, kasih, dan berkat dari Tuhan, tapi ingin dikenal sebagai seorang yang berjiwa sosial. Tak jarang disaat melakukan kebaikan, mereka mem-posting hal tersebut di media sosial miliknya. Tentu saja ini bukan merupakan hal yang salah, jika yang dilakukan benar-benar dengan maksud memberkati, bahkan menginspirasi orang lain untuk terlibat menabur kebaikan bagi sesama.

Saat kita mengiring Tuhan Yesus ada harga yang harus dibayar. Keselamatan yang Tuhan berikan tentu saja merupakan kasih karunia yang diberikan-Nya bagi kita. Semua itu gratis, dan lunas dibayar. Namun saat kita mau mengikut Dia, kita pun harus mau membayar segala sesuatunya. Salah satunya adalah mampu menyangkal diri. Tuhan Yesus berkata dalam Lukas 9:23, - “Kata-Nya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

 

Harga yang harus dibayar adalah berupa penyangkalan diri, yang artinya mau dan rela meninggalkan semua kenyamanan, rela mengesampingkan kepentingan hati kita diatas kepentingan hati Tuhan. Namun tetaplah percaya disaat kita mendahulukan kepentingan Allah, maka Ia akan terus menyertai dan memberkati kita secara berkelimpahan. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Ikuti Kami