Jangan Sampai Jadi Toxic, Ubah 5 Kebiasaan Buruk Bersosial Media Ini Yuk...

Relationship / 18 October 2022

Kalangan Sendiri

Jangan Sampai Jadi Toxic, Ubah 5 Kebiasaan Buruk Bersosial Media Ini Yuk...

Inta Official Writer
2629

Sekarang ini, gawai sepertinya sudah jadi perpanjangan tangan kita. Handphone tak lagi bisa berada lebih jauh 5 meter dari tangan kita. Pada Januari 2018 lalu, data dari We Are Social mengungkapkan jika orang Indonesia setidaknya bisa berselancar di internet selama lebih dari 8 jam per harinya. Waduh!

Media sosial adalah salah satu hal yang paling banyak dinikmati oleh kebanyakan orang. Kita pasti menyadari jika sesuatu yang berlebihan itu seringkali membawa dampak buruk pada diri sendiri. Nah, supaya media sosial tidak lantas menjadi toxic yang buruk bagi kepribadian kita, singkirkan 5 kebiasaan buruk ini.

1.  Haus likes

Apa sih tujuan kita saat memutuskan untuk mengunggah foto di media sosial? Apakah foto itu untuk sekedar pamer tentang keseharian kita? Atau mungkin agar foto tersebut disukai oleh banyak orang? Tanpa sadar, keinginan agar foto kita disukai oleh banyak orang membuat kita menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan media sosial.

Di luar sana, masih ada banyak sekali hal yang jauh lebih bermanfaat untuk kita lakukan daripada sekedar menunggu siapa dan berapa likes yang akan kita dapat dari sebuah foto, lho.

 

Baca Juga: Merusak dan Beracun, Begini Kunci Hadapi Toxic People di Lingkungan Gereja

 

2.  Berbagi tanpa baca isi

Untuk menarik perhatian pembaca, banyak informasi dari media sosial yang punya judul kontroversi. Biar dinilai update, nggak jarang dari kita membagikan informasi tersebut tanpa membaca isinya terlebih dahulu.

Padahal, membagikan sebuah informasi tanpa membaca isi itu sama saja seperti merekomendasikan sesuatu yang sebenarnya belum sama sekali kita coba. Syukur kalau hal itu adalah hal yang baik. Kalau buruk, gimana? Bisa-bisa hal tersebut menjadi kerugian bagi diri sendiri, lho.

 

3.  Saling sindir

Saking banyaknya orang yang pakai, ada saja sekelompok orang yang menjadikan media sosial sebagai tempat untuk menuangkan sindirannya. Curhat di media sosial itu sah-sah saja kog! Jika tidak menyukai seseorang, ada baiknya kita langsung mengutarakannya.

Bukankah curhat di media sosial soal hal ini justru akan membuat kita kelihatan kekanak-kanakan? Selain itu, hobi menyindir di media sosial juga bisa berarti kita sedang membuka diri untuk nantinya bisa disindir balik.

 

4.  Mengunggah foto karena iri

Sedikit banyak, media sosial juga ikut mempengaruhi pola pikir kita. Ada banyak orang yang ingin mengikuti gaya ala-ala selebgram yang serba glamor, padahal dirinya biasa-biasa saja. Hal inilah yang akhirnya mencetuskan istilah BPJS alias budget pas-pasan jiwa sosialita, lho. Saking penginnya dinilai ‘wah’ sama orang lain di media sosial, kita sampai rela menghamburkan banyak uang untuknya.

 

Baca Juga: Merasa Gak Nyaman Dengan Temanmu? Mungkin Kamu Alami Toxic Friendship. Kenali Ciri-cirinya

 

5. Bermain media sosial tanpa kenal waktu

Buat hal ini, sampai banyak kampanye-kampanye di gereja yang menyuarakan untuk puasa bermain media sosial, lho. Mulai dari kita bangun sampai pergi tidur, kok  bisa-bisanya mata ini tidak lepas dari media sosial. Buktinya, setiap ada waktu luang kita cenderung langsung membuka aplikasi media sosial untuk sekedar membuka story atau timeline teman-teman, bukan?

Media sosial memang tidak melulu buruk buat kehidupan kita. Justru, saat kita bisa memanfaatkannya dengan bijak, media sosial bisa menjadi wadah untuk mendapatkan informasi paling baru dan mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang yang terpisah jarak.

Yuk ubah kebiasaan buruk saat bermain media sosial dengan hal-hal yang positif. Caranya mudah, kok. Cukup membiasakan untuk mem-follow akun-akun yang positif. Salah satunya akun IG @JawabanCom yang menyuguhkan beragam informasi soal kehidupan kita sebagai seorang Kristen. Atau bagi pengguna sosial media lainnya bisa ikuti kami di Twitter @jawaban dan Facebook Jawaban.com.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami