Hidup Ini Adalah Kesempatan
Kalangan Sendiri

Hidup Ini Adalah Kesempatan

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      952

Ibrani 9:27

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 109; 1 Petrus 1; Yehezkiel 23-24

Saya memiliki seorang teman yang kaya secara materi. Namun saat suaminya meninggal, ia menjadi begitu ketakutan, bahkan untuk tinggal di rumahnya sendiri yang cukup besar. Saat saya mencoba menanyakan apa yang menjadi ketakutannya, jawaban yang diberikan membuat saya sedikit terkejut. Ia takut jika tiba-tiba muncul arwah suaminya saat ia ada dalam rumahnya.

Ketakutannya yang berlebihan membuatnya memutuskan untuk mengunjungi ketiga anaknya yang berada di luar negeri secara berbeda setiap bulannya. Dan saat berada di Indonesia, ia tidak tidur di rumahnya, melainkan berkunjung ke rumah keluarganya, dan teman-teman yang berbeda setiap hari.

Hingga akhirnya dalam satu kesempatan ia mengatakan semua harta yang dimilikinya saat ini adalah kesian-siaan. Saudara, sahabat yang selalu mengelilinginya disaat suaminya masih hidup, satu persatu meninggalkannya. Dan ia merasa benar-benar sendiri dalam kehidupannya saat ini. Ia pun memutuskan untuk menjual rumahnya yang terlihat nyaman, hanya karena suatu ketakutan.

Saat Tuhan memanggil suatu hari nanti, tak seorangpun dapat mengelak. Harta, kekayaan, jabatan, bahkan semua keindahan dunia tak akan mampu menahan kemahakuasaan Allah atas hidup kita. Ayub berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayub 1:21).

Yang perlu kita pahami saat ini bukanlah tentang bagaimana kita bisa menghindari kematian. Namun bagaimana caranya agar saat ajal menjemput, kita sudah benar-benar siap menghadapinya. Tetaplah dalam kondisi percaya di dalam hati dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:9-10).

Setiap orang yang mengaku percaya pada-Nya dipanggil untuk bisa menghidupi karya penebusan itu sendiri, dengan menjadi orang yang sungguh-sungguh mampu menampilkan gambaran Kristus dalam hidupnya.

Saya menjadi teringat satu lagu rohani yang berjudul “HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN”, dan ketika saya mencoba untuk benar-benar memaknai lirik di dalamnya, saya benar-benar seperti mewajibkan hidup saya untuk melakukan pilihan terbaik, yaitu mengiring Yesus seumur hidupku. Karena hidup ini hanya sekali, maka lakukan segala sesuatu untuk menyenangkan hati-Nya. Tidak akan pernah ada kesempatan kedua saat kita dipanggil menghadap Sang Pemilik Kehidupan.

Putuskan hari ini juga untuk memilih hidup bersama-Nya, karena dalam kesudahan hidup di dunia ada jaminan kekal bahwa kita akan masuk ke dalam kediaman-Nya, surga yang indah kekal (Yohanes 14:1-3).

Ikuti Kami