Sakit Hati yang Dialami Eddison Tamara di Masa Kecil, Buat Dia Lukai Anak Sendiri

Milenial / 5 October 2022

Kalangan Sendiri

Sakit Hati yang Dialami Eddison Tamara di Masa Kecil, Buat Dia Lukai Anak Sendiri

Lori Official Writer
512

Sejak usia belia, Eddison Tamara sudah ditinggalkan oleh sang papa. Dia dibiarkan tumbuh hanya dengan sosok seorang mama. 

Rasa benci pun berakar di hatinya terhadap sang papa hingga dia beranjak besar. Sementara itu dia harus dididik dengan banyak sekali perlakuan keras dari paman dan juga mamanya. 

Pengalaman pahit yang ia terima dari keluarga, membuat Eddison berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak melakukan yang serupa kepada anaknya. 

“Setelah punya anak kan saya punya tekad, satu kepikiran bahwa saya gak mau seperti kejadian yang saya alami yaitu punya papa monster yang tidak bertanggung jawab dan saya harus menjadi seorang papa yang baik. Papa yang jadi teladan bagi anak-anak. Papa yang mendidik dengan cara Tuhan tentunya,” ucap Eddison.

 

Baca Juga:

Peristiwa Ini Buat Darminto Marpaung Ampuni Orang yang Memenjarakannya

Kenapa Tuhan Mengizinkan Aku Hidup Miskin? - Cindy

 

Pada akhirnya, Eddison dan sang istri Lady dikarunia dua orang anak. Di dalam menjalankan peran ini, Eddison kerap kali gagal memenuhi harapannya untuk menjadi ayah yang baik.

Suatu kali, dia lepas kendali dan memukul sang anak karena kenakalan yang dia lakukan. Siapa sangka pola disiplin yang diterapkan Eddison kepada anaknya rupanya diterapkan anaknya kepada teman-temannya.

“Suatu kali saya, istri dan teman-teman istri saya satu kantor waktu itu di satu acara, tiba-tiba anak saya pukul orang lain dan saya marah, saya hajar dia. Dan dia bertahan dengan kebenarannya dia yang saya ajar. Dia bilang, “Saya mau disiplin teman saya.” Maksudnya dia mau mengungkapkan dengan masa kecilnya dia bagaimana dia didisiplin. Waduh itu saya terpukul dan saya mulai sadar bahwa ini sesuatu yang keliru buat saya,” jelasnya.

Saat itu, dia menyadari jika dia telah salah mendidik. Tanpa sadar dia mengulangi pola didik yang dia terima semasa kecil dari paman dan ibunya. Satu-satunya alasan masuk akal akan hal tersebut dia temukan karena dia masih belum bisa mengampuni orang-orang di masa kecilnya.

“Sebetulnya di dalam hati saya luka yang belum pulih benar, dan saya melepaskan pengampunan kepada papa saya. Dan saya menyadari itu ternyata ada juga luka yang saya lihat di mama saya,” jelasnya.

Menyadari kondisi tersebut, Eddison pun memilih untuk berdamai dengan semua masa lalunya dan mengubah pola didik yang dia terapkan kepada anak-anaknya. Dia pun berusaha untuk menggenapi firman Tuhan di dalam Lukas 1: 17, bahwa “hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya.”

Lalu bagaimana kemudian Eddison mendidik anaknya? Saksikan kisah Solusi TV terbaru minggu ini di bawah ini.

 

 

Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi Layanan Doa & Konseling SAHABAT24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami