Kenapa Tuhan Mengizinkan Aku Hidup Miskin? - Cindy

Milenial / 30 May 2022

Kalangan Sendiri

Kenapa Tuhan Mengizinkan Aku Hidup Miskin? - Cindy

Lori Official Writer
620

Cindy tumbuh di tengah keluarga yang sangat sederhana. Kedua orang tuanya selalu bermasalah dalam hal ekonomi. Meskipun dia berhasil lulus dengan peringkat akselerasi, keluarganya tetap masih dipandang sebelah mata oleh tetangga dan orang-orang karena miskin.

Hal inilah yang membuatnya berpikir bahwa dengan punya uang akan membuat orang-orang menghormati keluarganya.

“Saya jadi berpikir, ternyata untuk menghargai seseorang saat itu value yang terbesar adalah uang. Kenapa kita tidak dihargai? Karena kita miskin. Jadi saya mulai mikir, saya harus punya uang. Saya berdoa Tuhan bagaimana caranya biar saya punya uang,” ungkap Cindy.

Akhirnya dia memilih untuk melanjutkan kuliah di kedokteran. Cindy beranggapan bahwa dengan menjadi dokter dia akan dihormati banyak orang. 

Namun proses untuk kuliah pun penuh dengan tantangan. Orang tuanya terpaksa harus meminjam uang untuk biaya kuliah sementara penghasilan sang ayah dari bekerja sangat terbatas. Hingga membuat mereka harus terlilit utang yang cukup besar. Hal ini membuat Cindy enggan untuk meminta uang tambahan untuk kebutuhan perkuliahannnya, termasuk untuk biaya makan sehari-hari.

 

Baca Juga: Hidupnya Dipulihkan Tuhan, Setelah Berkali-kali Terpuruk Secara Ekonomi - Rudy Yanto

 

 

“Keluarga saya itu beberapa tahun berturut-turut tidak punya uang sama sekali,” terangnya.

Suatu kali, dia harus menjalani koas di rumah sakit dan harus jaga malam. Untuk mengirit uang, dia berniat untuk bawa bekal. Namun lantaran di rumah hanya ada tempe dan nasi yang hanya cukup untuk makan ayah dan ibunya, Cindy akhirnya mengurungkan niatnya. Kondisi ini membuatnya harus menahan lapar bahkan hingga seharian.

“Akhirnya ada orang jual lengkeng setengah kilo Rp 15.000, pas dengan uang saku. Setelah saya ambil lengkengnya dari orang itu, saya masuk kamar, saya kunci saya berdoa “Tuhan, Ci hanya mau kenyang.” Dan entah kenapa puji Tuhannya sampai besok siangpun dengan setengah kilo lengkeng saya kenyang,” ungkapnya.

Kehidupan yang serba kekurangan itu membuat Cindy protes kepada Tuhan. Dia kecewa kenapa Tuhan harus memilih dia untuk melalui kondisi tersebut.

“Saya pernah pikir, “Kok Tuhan begini?” Gak cukup dulu orang-orang anggap enteng kita. Saya pernah marah sama Tuhan. Tuhan dimana? Kenapa Tuhan pilih Ci? Kenapa harus Ci waktu itu? Saya pernah satu bulan gak bicara sama Tuhan”

 

Baca Juga:

Di Masa Sulit Ini Hanya Dari Tuhan Sumber Pertolonganku - Puji Andriani

Pebisnis yang Tobat Pakai Ilmu Hitam Demi Cepat Kaya - Maria Marzuki

 

Meskipun Cindy mencoba jauh dari Tuhan, namun entah mengapa penyertaan Tuhan selalu saja ada. Proses menjadi dokter sama sekali tidak mudah, namun karena kebaikan Tuhan dia berhasil melewatinya hingga memperoleh gelar dokter seperti saat ini.

“Benar-benar mustahillah. Tapi Tuhan jadikan mustahil itu jadi mujizat. Itu yang membuat saya terkagum-kagum sampai sekarang. Saya suka ke pedalaman-pedalaman, kenapa? Karena apa? Karena banyak orang susah seperti saya dulu,” terangnya.

Setelah menjadi dokter, tujuan Cindy yang awalnya untuk mencari penghormatan dari uang akhirnya berubah. Dia malah berpikir bahwa menjadi berkat bagi oranglah yang membuat kita dihargai dan dihormati orang lain.

Saksikan kisah Cindy selengkapnya di video di bawah ini.

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami