8 Raja Termuda Dalam Alkitab, Kisah Mereka Benar-benar Fenomenal

Kata Alkitab / 26 August 2022

Kalangan Sendiri

8 Raja Termuda Dalam Alkitab, Kisah Mereka Benar-benar Fenomenal

Lori Official Writer
1568

Ahaz meninggal di usia 36 tahun fdan digantikan oleh putranya Hizkia. Menurut Alkitab, pada hari pertama di bulan setelah kematian Ahaz, putranya memerintahkan para imam umum membongkar dan memperbaiki Bait Suci. Proses ini memakan waktu selama 16 hari.

 

6. Salomo

Usia sebenarnya ketika Raja Salomo menjadi raja memang masih jadi perdebatan. Beberapa ahli percaya dia diangkat sebagai raja di usia 20 tahun. Tetapi yang lain berpikir bahwa saat itu dia baru berusia 12-15 tahun.

Meski begitu, secara data Salomo menggantikan ayahnya Daud menjadi raja tepat di tahun 970 SM. Dia sangat terkenal karena sudah membangun bait suci pertama di Yerusalem, yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penyembahan berhala. Dia memulai pembangunan bait suci di tahun ke-4 pemerintahannya. 

Salomo tercatat menjadi satu-satunya raja yang memiliki hikmat melebihi manusia manapun di dunia. Karena hikmat yang ia miliki diberikan langsung oleh Tuhan. 

Tak lama setelah kematiannya, Kerajaan Israel pecah menjadi dua wilayah utama. Kerajaan Israel Utara dan Kerajaan Yehuda Selatan.

 

5. Yekhonya (615 SM)

Menurut beberapa data, Yekhonya lahir antara tahun 615 dan 605 SM. Dia menjadi raja Yehuda yang ke-19. Dia berusia antara 7-17 tahun saat dinobatkan sebagai raja.

Yekhonya adalah putra dari Raja Yoyakim. Dia memerintah hanya selama 3 bulan dan 10 hari sebelum Raja Babel, Nebunadnezar II, mencopotnya. Pada tanggal 15-16 Maret 597 SM, Yekhonya bersama keluarganya dan 3000 orang Yahudi diasingkan dan dibawa ke Babel. 

Setelah pembuangan, Nebukadnezar mengangkat paman Yekhonya, Zedekia, sebagai Raja Yehuda yang baru. 

 

4. Uzia (799 SM)

Uzia menjadi raja ke-10 bangsa Yehuda di usia 16 tahun. Dia memerintah selama total 52 tahun, meskipun, selama 24 tahun pertama dia memerintah bersama ayahnya, Amazia. 

Uzia juga disebut sebagai Azaria. Namun, James F. Driscoll, seorang teolog Katolik, percaya bahwa nama kedua ini hanyalah hasil dari kesalahan penyalin.

Di bawah pemerintahan Uzia, Kerajaan Yehuda mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Uzia berhasil menaklukkan baik orang Filistin maupun orang Arab. Dia juga memperkuat tembok pertahanan Yerusalem dengan memperkenalkan mesin yang dirancang oleh para ahli untuk menembakkan panah dan melemparkan batu besar ke musuh yang mendekati kota. Uzia juga meningkatkan tentara dan secara pribadi terlibat dalam kegiatan pertanian.

Uzia meninggal secara sadis. Menurut Alkitab, dia memasuki bait Yerusalem untuk mempersembahkan dupa kepada Allah tetapi dihentikan oleh Azariah. Imam besar mengkritik tindakannya karena, menurutnya Uzia melakukan dosa yang mengerikan dimana dia hendak merebut hal prerogatif para imam.

Bumi pun mulai bergoncang. Setelah itu, matahari masuk ke dalam baik dan mengenai wajah sang raja lalu membuatnya menderita penyakit kusta.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Oldest.org
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami