Arti dan Peran Gembala dalam Gereja Perjanjian Baru

Kata Alkitab / 26 July 2022

Kalangan Sendiri

Arti dan Peran Gembala dalam Gereja Perjanjian Baru

Gideon Budiyanto Contributor
953

Istilah gembala tentu sudah tidak asing bagi umat Tuhan atau gereja dimanapun mereka berada. Meski dalam praktiknya kemungkinan terdapat berbagai macam perbedaan sebutan untuk istilah ini.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru, terdapat beberapa istilah yang bisa menggambarkan fungsi penggembalaan, kendati dalam segi tugas dan hal-hal tertentu sedikit berbeda satu sama lain yaitu diaken (Filipi 1:1, 1Timotius 3:8,12), penilik jemaat (Kisah 20:28, Filipi 1:1, 1Timotius 3:1-2, Titus 1:7) dan penatua (Kisah 14:23, 1Timotius 5:17, Yakobus 5:14, 1Petrus 5:1).

 

Arti gembala dalam kekristenan

Sebutan gembala sendiri diambil dari bahasa Yunani yang menggunakan kata poimen dan dipakai sebanyak 17 kali dalam Perjanjian Baru. Kata Poimen memiliki arti secara harafiah yaitu gembala, namun juga memiliki arti secara kiasan yaitu pejabat kepala (presiding officer), manajer dan direktur. Jadi istilah gembala berkaitan erat dengan kepemimpinan.

Gembala bisa disematkan hanya untuk satu orang atau beberapa orang, atau juga bisa dipakai istilah yang telah dijelaskan di atas untuk menjalankan fungsi penggembalaan. Semua tergantung konsep dan bagaimana cara mengatur gereja dan jemaat masing-masing.

Hanya saja yang perlu diingat bahwa ketika seseorang menjalankan fungsi penggembalaan atau menjadi gembala jemaat, ada tugas-tugas yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebagai Sang Gembala Agung dan hal inilah yang paling penting dalam jabatan gembala.

Dalam Injil Yohanes 10 : 11-18, Tuhan Yesus menjabarkan apa yang telah dan akan Dia lakukan sebagai seorang Gembala yang baik dan sudah seharusnya kita yang adalah umatNya mengikuti teladanNya.

 

Baca Juga : 

Kenapa Berita Kelahiran Yesus Disampaikan Kepada Gembala?

Belajar Dari Domba Yang Hilang dan Tersesat, Ini 3 Renungan yang Bisa Kita Petik

 

1. Gembala memberikan nyawanya bagi domba-dombanya

Yohanes 10:11 - Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Istilah memberikan nyawa dapat juga diartikan memberikan hidup.

Kehidupan seorang gembala, suka atau tidak suka pasti akan diperhatikan oleh jemaat yang digembalakannya. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus semasa hidup-Nya di dunia memberikan teladan yang baik bagi para murid-muridNya sehingga mereka bisa menuliskan teladan hidup bagi pengikut Tuhan berikutnya.

Sebagai seorang yang menggembalakan sebuah gereja atau jemaat, kita juga harus menjadi teladan bagi orang lain terutama jemaat yang berada di dalam penggembalaan kita. Memberikan hidup berarti hidup kita bukan milik kita lagi tetapi sudah menjadi milik Tuhan dan gereja.

Ini bukan berarti seorang gembala tidak boleh memiliki privacy dalam kehidupannya tetapi dalam beberapa aspek tertentu, seorang gembala harus rela mengorbankan waktu dan kesenangannya agar jemaat dapat terus bertumbuh dan berbuah dalam Kristus melalui teladan hidupnya.

 

2. Gembala mengenal domba-dombanya begitu juga sebaliknya

Yohanes 10:14 - Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku.

Sebagai Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus ingin mengenal kita, umat-Nya dengan intim. Kitapun harus mengenal Dia juga dengan intim. Hubungan intim kita dengan Tuhan harus senantiasa dilakukan setiap hari, baik dalam doa, puasa dan cara hidup sehari-hari. Demikian halnya dengan para gembala jemaat harus mengenal jemaat yang dilayani tanpa terkecuali.

Untuk bisa mengenal jemaat, seorang gembala harus rela menyediakan waktu khusus untuk bercakap-cakap, saling bertukar pikiran dan pandangan, juga bergurau bersama sehingga hubungan gembala dan jemaat tidak seperti hubungan atasan dan bawahan yang kaku dan penuh birokrasi. Melainkan sebuah hubungan kekeluargaan yang berdasarkan kasih.

Seorang gembala juga harus berani membuka dirinya dan hidup apa adanya, jujur dan memiliki integritas, tidak memakai topeng atau hidup dalam kepalsuan sehingga jemaat bisa mengenal dia dan menaruh kepercayaan dalam hal kepemimpinan kepadanya.

 

Baca Juga :

Untuk Menjadi Pelayan dan Gembala Yang Setia. Inilah Karakter Yang Harus Kamu Miliki!

Inilah Kesalahan Gembala Youth Yang Membuat Pengembalaan Menjadi Tidak Efektif!

 

3. Gembala menuntun domba-dombanya

Yohanes 10:16 - … domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku…

Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya, maka Dia akan menuntun kita melewati setiap halangan dan rintangan sampai semua rencana-Nya digenapi. Inilah yang Tuhan Yesus lakukan sebagai Gembala Agung kita.

Kita yang telah diberikan amanat oleh Tuhan untuk menjadi seorang gembala harus memiliki visi dan misi yang jelas sehingga akan tahu kemana arah yang akan dituju atau hal-hal apa saja yang akan dilakukan.

Gembala jemaat atau gereja Tuhan harus peka terhadap tuntunan Roh Kudus karena gereja adalah milik Kristus dan bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, sehingga tujuan gereja harus sejalan dengan keinginan Tuhan. Ketika gembala mengikuti pimpinan Roh Kudus maka Ia akan memberikan visi dan misi yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Jika seorang gembala tidak jelas dalam visi dan misinya maka tuntunan yang dilakukan akan menjadi tidak terarah dan terkesan asal-asalan, sehingga gereja Tuhan yang seharusnya merupakan alat Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya di bumi, malah hanya akan menjadi sekedar bangunan mati tanpa dampak apapun.

Visi dan misi juga diperlukan supaya gereja atau jemaat tidak menjadi kacau yang justru akan membawa perpecahan bagi jemaat lainnya (Amsal 29:18).

Tiga hal diatas adalah hal-hal yang dilakukan oleh Kristus sebagai Gembala dan Kepala gereja dan saat ini diberikan kepada semua orang yang telah dipanggil olehNya untuk melakukan fungsi penggembalaan dalam gerejaNya. Lakukan dengan setia apa yang telah menjadi panggilan kita dan percayalah kekuatan Tuhan selalu ada bersama dengan kita.

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Halaman :
1

Ikuti Kami