Kenapa Orang-orang di Perjanjian Lama Lebih Berumur Panjang Daripada Saat Ini?

Kata Alkitab / 1 July 2022

Kalangan Sendiri

Kenapa Orang-orang di Perjanjian Lama Lebih Berumur Panjang Daripada Saat Ini?

Lori Official Writer
911

Selama ini kita mungkin menganggap jika umur panjang manusia pertama di Alkitab seperti Adam, Nuh, Abraham, Musa dan yang lainnya adalah sebuah misteri yang belum terungkap. 

Dibanding dengan rentang hidup manusia saat ini, yang rata-rata hidup maksimal 80-an tahun dianggap jauh leih pendek dengan manusia di zaman Perjanjian Lama yang bisa mencapai ratusan tahun lamanya. 

Seperti kita ketahui, Adam hidup sampai usia 930 tahun, putranya Set hidup sampai 912 tahun, kemudian putra Set bernama Lamech hidup selama 777 tahun, kemudian putranya Nuh hidup sampai 950 tahun. Lalu setelah air bah, putra Nuh Sem hidup 600 tahun, lalu putranya 438 tahun, Shelah 433 tahun, kemudian Peleg 239 tahun dan Terah ayah Abraham 148 tahun. 

Kemudian Abraham hidup selama 175 tahun, Ishak 180 tahun, Yakub 147 tahun. Setelah melalui beberapa generasi, muncul Daud yang meninggal di usia 70 tahun, Salomo di usia 80 tahun dan hingga saat ini usia rata-rata manusia hanya berkisar 70-80 tahun saja.

Ada pola yang sama di dalam rentang hidup dari generasi ke generasi. Jika kita menyadarinya, setiap generasi hidup dengan rentang usia yang lebih pendek.

 

Misteri Dibalik Umur Panjang

Alkitab tidak mencatat alasan mengapa Tuhan menetapkan orang-orang pertama di Perjanjian Lama akan memiliki umur panjang, tetapi jika kita renungkan kembali isi Alkitab secara keseluruhan misteri ini mungkin bisa terungkap.

Kita bisa mendapat petunjuk, dimana kita tahu bahwa melalui Kejadian 1-3 dan Roma 5: 12-14, Tuhan tampaknya tidak merancang kematian sebagai bagian dari dunia yang sempurna sebelum dosa berkuasa. 

Lalu muncul kesimpulan bahwa kematian menjadi kosekuensi yang muncul akibat dari hukuman atas ketidaktaatan (Kejadian 2: 17). 

Sejak peristiwa air bah, kita bisa melihat bahwa rentang hidup manusia sebelum (Kejadian 5: 1-32) dan sesudah air bah (Kejadian 11: 10-32) semakin menurun drastis. 

Kita bisa membaca dari Kejadian 6: 3, “Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.””

Banyak orang yang memakai ayat ini sebagai rujukan bahwa 120 tahun sebagai batas baru yang ditetapkan secara ilahi atas usia manusia. Ada gagasan yang menyimpulkan bahwa umur manusia yang semakin pendek mungkin terjadi karena kode genetik manusia yang cacat. Adam dan Hawa diciptakan dengan sempurna. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami