Alami Quarter Life Crisis, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Relationship / 30 June 2022

Kalangan Sendiri

Alami Quarter Life Crisis, Bagaimana Cara Menghadapinya?

Lori Official Writer
1082

Usia 20-an dan 30-an awal dianggap sebagai waktu terbaik dalam hidup seseorang. Individu dalam rentang usia ini umumnya dalam keadaan sehat, memiliki tanggung jawab minimal dan mampu mengeksplorasi peluang dan mengambil peluang baik dalam kehidupan professional maupun pribadi mereka.

Namun seiring waktu, kehidupan tidak terlepas dari tekanan. Banyak orang dewasa muda di rentang usia ini yang mengalami periode ketidakpastian dan kecemasan di mana mereka mempertanyakan tujuan, rencana dan hubungan mereka. Kondisi inilah yang disebut dengan istilah Quarter Life Crisis.

Mereka yang mengalami quarter life crisis ini biasanya akan meminta masukan dari anggota keluarga atau teman terpercaya, tetapi mereka sering kali memilih untuk mencari konseling professional. 

Masalah yang umumnya mereka hadapi adalah merasa bahwa dirinya terjebak, tidak terinspirasi dan kecewa dengan banyak hal dalam hidupnya, seperti kondisi pekerjaan yang tidak memberi kepastian atau stagnan, hubungan romansa yang gagal maupun kesepian.

 

Apa yang sebenarnya dialami anak muda di usia 20-30-an awal?

Di awal usia 20-an, banyak orang dewasa muda yang baru saja lulus kuliah. Mereka pun mulai berhadapan dengan transisi kehidupan, dimana mereka harus bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

Mereka memilih apakah pindah ke kota lain atau tetap tinggal di rumah orang tua. Mereka ingin mengejar karir namun terkadang terjebak dengan peluang karir yang ada. Mereka juga bertanya-tanya apakah mereka seharusnya sudah berada dalam hubungan yang berkomitmen dalam pernikahan dan keluarga. 

Mereka juga merasakan transisi dalam hal pergaulan dengan orang lain. Saat dalam masa transisi, banyak dewasa muda yang mulai kehilangan temannya satu per satu. Sehingga dia harus mencoba untuk membangun pergaulan yang baru di sekitarnya.

Semua masalah inilah yang menyebabkan perasaan cemas, takut, tidak stabil dan merasakan krisis eksistensi. Karena berhadapan dengan pilihan dan keputusan yang terlalu banyak dan itu dianggap menakutkan.

 

Baca Juga: Mengalami Krisis Kepercayaan Dalam Hubungan? Lakukan 4 Hal ini untuk Memperbaikinya

 

Apa yang sebenarnya mereka rasakan?

Beberapa orang dewasa muda bisa saja mulai membanding-bandingkan dirinya dengan teman sebaya yang sudah mendapat pekerjaan yang sukses dan stabil secara finansial. Hal ini bisa membuat mereka mulai cemas dengan masa depannya, mempertanyakan diri mereka sendiri, keputusan mereka dan kemampuan mereka. “Apakah saya mengambil jurusan yang tepat? Apakah ada yang salah dengan keputusan saya?”

Kehadiran sosial media pun semakin memperburuk kondisi quarter life crisis anak muda. Misalnya, Facebook dan Instagram, orang-orang cenderung memposting semua pencapaian, kebahagiaan dan hal-hal baik dalam hidupnya. Mereka pun semakin cemas karena menyaksikan kehidupan orang lain yang tampak sempurna di sosial media. Kecemasan ini banyak berujung kepada depresi. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Betty Tjipta Sari | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami