7 Ucapan Doa Terakhir Yesus di Kayu Salib

Kata Alkitab / 8 April 2022

Kalangan Sendiri

7 Ucapan Doa Terakhir Yesus di Kayu Salib

Lori Official Writer
28558

Kedukaan salib Yesus begitu mendalam sehingga ketika kita merenungkannya, kita tak sanggup mengungkapkannya dengan kata-kata. Kita menemukan bahwa kita berada dalam dunia yang sunyi saat Allah mengajar pikiran dan roh kita tentang nilai dari perkataan Kristus yang sekarat. Karena di atas kayu salib itulah, ucapan terakhir dari kehidupan manusia Yesus diucapkan. Seperti di setiap kata yang diucapkan oleh Yesus, ada banyak hal yang bisa dipelajari di sini. Ucapan terakhir Yesus itu berupa doa-doa yang secara langsung disampaikan kepada Allah Bapa.

Lewat doa-doa itu, Yesus adalah Anak Allah yang juga sebagai manusia, menunjukkan sebuah kehidupan yang berkomitmen. Ucapan-ucapan itu menjadi refleksi kata-kata terakhir Yesus yang tampak sempurna dan lengkap untuk dipakai sepanjang zaman. Ketika kita memusatkan perhatian kepada kata-kata itu, kita seumpama membuka sebuah jendela menuju keabadian dan penerangan jiwa.

 

Baca Juga: 15 Ayat Alkitab yang Ungkapkan Tentang Makna Pengorbanan, Yuk Renungkan!

 

Doa 1: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:34)

Tuhan, aku memelihara perasaan dendam bagaikan harta karun, tetapi perasaan itu membusukkan hatiku. Tolonglah aku melepaskan segala yang tidak dapat kukuasai dan belajar mengampuni.

 

Doa 2: Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus (Lukas 23:43)”

Seperti penjahat yang menerima janji-Mu mengenai hidup yang kekal, saya memercayai pengampunan-Mu yang menyelamatkan saya. Tolonglah saya yang tidak percaya ini.

 

Doa 3: “berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu inilah anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27a)

Ketika aku menderita, aku hanya memikirkan diri sendiri. Berilah kepadaku hati yang tidak mementingkan diri sendiri untuk melihat dan merawat orang lain yang menderita.

 

Baca Juga: Pengorbanan yang Paling Fenomenal

 

Doa 4: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27: 46b)

Demi aku Engkau ditinggalkan. Tolonglah aku melepaskan pertanyaan-pertanyaan “mengapa” yang tidak terjawab dan menemukan damai ketika menyadari bahwa Engkau adalah Allahku.

 

Doa 5: “Aku haus! (Yohanes 19:28)”

Berilah kepadaku dahaga yang tidak terpuaskan untuk mengenal Engkau, Tuhanku.

 

Doa 6: “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)

Saya tidak akan pernah dapat menambahkan sesuatu pada apa yang Engkau telah lakukan bagi saya. Engkau telah mengerjakan keselamatan untukku dengan sempurna. Tolonglah saya untuk mengenal sukacita anugerah-Mu ketika melayani Engkau.

 

Baca Juga: Tuhan Itu Kasih dan Pengampun, Yuk Belajar Dari Pertobatan Daud Lewat Mazmur 51

 

Doa 7: “Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku” (Lukas 23:46a)”

Saya ingin menyerahkan segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan saya ke dalam tangan-Mu. Berikanlah saya kehendak untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan dan ajarilah saya melaksanakannya setiap hari.

Ucapan Yesus di atas kiranya menyadarkan kita bahwa sengsara yang dilalui-Nya adalah harga mahal yang harus dibayar demi kita. Dia menggantikan posisi kita sehingga kita beroleh hidup yang kekal (Roma 6: 23). Di hari raya paskah ini, mari merenungkan kembali cara hidup kita, sudahkah hidup kita menyenangkan hati Tuhan dan menjadikan hidup kita cerminan Kristus?

 

Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

 

Yuk Bergabung Jadi mitra CBN Indonesia

Sumber : Sabda.org | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami