Pengorbanan yang Paling Fenomenal

Pengorbanan yang Paling Fenomenal

Lori Official Writer
      648

Yohanes 3: 16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 20; Matius 20; 2 Tawarikh 23-24

“Hi Rose, kamu tahu apa itu pengorbanan?”

Saya melihat ke kaca spion. Percakapan saya dengan cucu perempuan saya berubah dengan sangat cepat, dari awalnya menghitung sapi di padang rumput beralih kepada pembahasan soal pengorbanan.

“Dari mana kamu mendengar kata itu, Baylor?” tanya saya.

“Paduan suara. Kami membawa satu lagu kemarin dan begitu kata-katanya.”

“Kami sering mendengar kata ‘pengorbanan’ di gereja. Kita juga bisa membacanya di Alkitab. Alkitab menulis kalau Yesus berkorban untuk kita karena Allah sangat mengasihi kita.”

Lalu cucuku Baylor mengernyitkan hidungnya. “Tapi aku tidak tahu apa artinya pengorbanan.” Ungkapnya.

“Oke. Bagaimana kalau kamu dan Sissie membuat kue. Kamu bisa memberinya ke tetangga dan membawanya pulang ke rumah untuk pesta minum teh. Kalian berdua makan satu kue, lalu satunya tersisa di piring. Tapi kalian sama-sama mau kue itu.”

“Kami bisa membagi kuenya jadi dua,” jawab Baylor sembari menaruh tangannya di bawah dagu. “Tapi aku mau semua kue itu.”

“Coba lihat adikmu. Kamu tahu kalau dia juga mau semua kue itu. Tapi kamu sayang kepada Sissie. Jadi karena kamu sayang ke dia, kamu bilang ke dia. “Dik, aku tahu kamu mau kue itu. Karena aku sayang kamu, kamu bisa mengambil kue itu.’ Nah itulah pengorbanan. Kamu memberikan sesuatu yang sangat kamu inginkan karena kamu sangat kepada Sissie.”

Lalu dia menyahut, “Oh, jadi aku mengorbankan kuenya.”

“Ya, betul. Ada banyak jenis pengorbanan. Tapi kalau kita bisa memahami hal sederhana, pasti mudah buat  kita untuk memahami sesuatu yang sulit.”

Bahkan orang dewasa berjuang dengan berkorban, untuk memberikan sesuatu yang benar-benar mereka sayangi demi membahagiakan orang lain. Kalau kamu belajar Alkitab, kamu tahu kalau pengorbanan adalah gaya hidup.

Di Kejadian 22: 1-2, Allah memerintah Abraham: 

“Abraham." tanya Allah.

"Ya, Tuhan." jawab Abraham.

Lalu Allah berfirman, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Abraham sangat mengasihi Allah dan mempercayai-Nya. Dia membawa Ishak ke atas gunung dengan niat untuk melakukan perintah Tuhan. Kita tahu akhir ceritanya. Tuhan menyediakan seekor domba jantan sebagai kurban dan menyelamatkan Ishak.

Tapi Abraham membuktikan kasihnya yang total kepada Allah dan bersedia mengorbankan anak laki-lakinya yang sudah dia nanti-nantikan selama bertahun-tahun.

Di Perjanjian Lama, kita bisa belajar kalau Yefta, orang Gilead membuat perjanjian kepada Allah saat dia berperang melawan orang Amon.

“Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.” (Hakim 11: 30-31)

Saat dia kembali ke rumah, putrinya Yefta, anak satu-satunya, datang menyambut dia di pintu. Dengan penuh kesedihan, dia harus merelakan putrinya itu sebagai korban bakaran. Dia menepati janjinya kepada Allah (Hakim 11: 34-40).

Pengorbanan lain yang dituliskan di Alkitab dan yang paling fenomenal adalah pengorbanan Yesus. Karena Allah mengasihi umat manusia, Dia rela mengorbankan anak-Nya. Gak ada pengorbanan yang lebih tragis dari ini karena disertai dengan penderitaan menyakitkan yang harus dihadapi Yesus.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)

Jadi Bapa Surgawi sendiri rela mengorbankan anak-Nya buat kita. Jadi apakah ada sesuatu di dalam hidup kita saat ini yang Allah mau supaya kita korbankan untuk Dia? Berikanlah sebagai bentuk iman dan ucapan syukur kita.

 

Hak cipta Linda J Gilden, digunakan dengan izin.

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Ikuti Kami