Tidak Hanya Pelakor atau Pebinor yang Bisa Merusak Pernikahan, Tapi Silent killer Ini!

Marriage / 31 March 2022

Kalangan Sendiri

Tidak Hanya Pelakor atau Pebinor yang Bisa Merusak Pernikahan, Tapi Silent killer Ini!

Contasia Christie Official Writer
554

“Sepertinya baik-baik saja, kok tiba-tiba pisah?”

Komentar seperti ini biasa kita lihat saat ada artis atau orang di lingkungan dekat kita memutuskan untuk bercerai. Dalam iman Kristiani, memang perceraian tidak bisa dibenarkan karena Tuhan yang telah mempersatukan kita dan tidak ada manusia yang boleh menceraikannya (Matius 19:6 - Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.)

Namun ada beberapa umat Kristiani yang akhirnya setuju dengan perceraian, dengan beberapa alasan. Misalnya karena adanya kekerasan dalam rumah tangga yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, sehingga membahayakan salah satu pihak dan anak-anak.

Nah daripada amit-amitnya pernikahan kita menjadi ‘di ujung tanduk’, sebaiknya kenali dulu yuk ‘silent killer’ dalam pernikahan yang sebaiknya diatasi dari sekarang. Orang bisa bercerai salah satunya pelakor atau pebinor, tapi ada lho ‘silent killer’ yang tidak mudah disadari.

Apa saja silent killer-nya?

1. Menghindari Konflik

Ini termasuk dalam silent killer karena menghindar dan tidak menyelesaikannya, hanya akan menimbulkan konflik yang lebih besar lagi di kemudian hari. Karena konflik yang kecil-kecil itu, mungkin saja menumpuk dan menjadikan konflik yang sangat besar.

Seperti firman Tuhan dalam Efesus 4:26-27 - Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Selesaikanlah semua permasalahan dalam sehari, agar tidak berlarut-larut kedepannya. Dan jangan beri kesempatan iblis yang memintamu untuk memendam konflik itu. Karena memendam akhirnya suatu hari bisa meledak dan menjadi amarah yang tidak terkontrol.

 Baca juga : Belajar dari Kasus Will Smith, Ini Cara Menanamkan dan Mempertahankan Harga Diri Keluarga

 

2. Invalidasi Emosi

Invalidasi Emosi membuat orang merasa dikucilkan, merasa tidak terhubung, dan tidak didengarkan. Kombinasi semuanya akan merusak pernikahan lebih cepat. Ayo kita kembali pada firman Tuhan dalam Efesus 5: 33 - Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Saat suami mengasihi istrinya, maka sang suami pastinya mampu memvalidasi emosi pasangannya dengan baik. Begitu juga sang istri. Istri yang menghormati suaminya, berarti mengerti posisi dan peran suami, sehingga tercipta juga komunikasi yang baik.

 

3. Trauma yang belum selesai

Saat orang menderita karena ada trauma yang belum selesai, mereka seringkali sulit menjalani hidup dan berusaha menghiraukan beberapa trauma yang muncul. Momin pernah nih menulis cara menyembuhkan trauma supaya tidak berefek ke pernikahan dalam artikel “Cara Alkitabiah Mengatasi Inner Child yang Terluka Agar Tidak Merusak Pernikahan”. 

 

Yuk kita selesaikan dari sekarang hal-hal yang menjadi pemicu ‘silent killer’ dalam pernikahan kita ini. Jangan sampai akhirnya menjadi batu sandungan baik untuk pasangan ataupun anak. Karena perpisahan akan membuat anak-anak menjadi sedih dan hubungan keluarga tidak berlangsung lagi dengan baik. 

Sumber : dari berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami