Film Keluarga Kristen Tyson’s Run, Remaja Autis yang Berusaha Mendapat Pengakuan Sang Ayah

News / 21 March 2022

Kalangan Sendiri

Film Keluarga Kristen Tyson’s Run, Remaja Autis yang Berusaha Mendapat Pengakuan Sang Ayah

Claudia Jessica Official Writer
608

Tyson adalah seorang anak laki-laki autis berusia 15 tahun yang pergi ke sekolah umum untuk pertama kali setelah sebelumnya hanya melakukan homeschooling bersama sang ibu sepanjang hidupnya. Cukup sulit bagi Tyson untuk beradaptasi dengan teman-teman sekolahnya. Terutama dalam masa pubertas di usia Tyson dan fakta bahwa dirinya adalah pengidap autis membuat Tyson kerap kali mendapat cemoohan dari teman-temannya.

Ibu Tyson mencintainya dengan sepenuh hati, namun tidak demikian dengan sang Ayah. Ayahnya tidak pernah mencintai Tyson sebagaimana mestinya. Dengan berbagai cara, Tyson berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari sang Ayah hingga suatu hari ia melihat lomba lari marathon. Tyson menantang dirinya sendiri untuk mengikuti perlombaan itu demi mendapatkan pengakuan dari sang Ayah. Tyson kemudian bertemu dengan teman barunya yang bernama Aklilu, seorang pelari jarak jauh yang bersedia untuk membantu Tyson mempersiapkan dirinya dalam perlombaan marathon.

Mayor Dodson, pemeran Tyson termasuk dalam spektrum autisme. Dodson melihat kesejajaran antara kisahnya dan Tyson, terutama dalam perjuangan Tyson untuk menyesuaikan diri di antara rekan-rekannya.

Dodson mengatakan, “Sebagai seorang anak, saya menghargai terapi okupasi. Saya menghargai pengasuhan dan penerimaan yang sangat baik selama bertahun-tahun tentang keadaan saya. Mereka membiarkan saya keluar dan melakukan berbagai hal sendiri. Jadi saya sangat senang, sangat mandiri sekarang.”

Akting membantu Dodson mengembangkan keterampilan sosialnya. Ketika berusia 6 tahun Dodson mencoba mengikuti teater lokal A Christmas Carol.

 

BACA JUGA: 4 Film Kristen Baru yang Siap Tayangkan di Tahun 2022

 

“Berakting, Anda harus melakukan banyak kontak mata, gerakan wajah, Bahasa tubuh, nada suara yang terarah,” kata Dodson yang merujuk pada keterampilan yang merupakan perjuangannya semasa muda.

Tyson’s Run memberitahu kita beberapa pelajaran penting soal kehidupan. Mari kita simak:

 

1. Dipenuhi pesan

Meski ibu Tyson memberikan cinta yang dia butuhkan, namun ayahnya tidak melakukan hal yang sama. Sebagai seorang pelatih sepak bola yang sukses di sekolah menengah setempat, ia merasa frustasi karena putranya yang ia dambakan tidak sesuai dengan harapannya. Sang Ayah berharap memiliki seorang putra yang atletis dan bisa bermain bola di lapangan.

Tyson memiliki banyak hal dan dia berbakat secara mental, bisa membaca ribuan fakta, singkatnya Tyson adalah anak yang jenius tetapi dia bukanlah seorang bintang di lapangan hijau.

Film ini menunjukkan perjuangan yang dihadapi orang autis, intimidasi dan penolakan yang dirasakan Tyson meninggalkan pesan bagi para penonton. Tyson berteman, doa belajar berlari hingga menguasai bidang tersebut, dan akhirnya ayah Tyson melihat kesalahan cara hidupnya dan mengoreksinya dalam kehidupan pribadinya.

Dodson mengatakan dia berharap orang tua dari anak-anak yang neurodivergen menonton film dan “merasa diberdayakan untuk membiarkan anak-anak mereka melakukan berbagai hal mereka sendiri.”

“Jika orang tua saya tidak melakukan itu ketika saya masih kecil - jika mereka tidak membiarkan saya pergi dan menampilkan A Christmas Carol, saya tidak akan berada di dekat tempat saya hari ini,” katanya.

 

2. Film paling inspiratif tahun ini

Dodson sangat fenomenal sebagai Tyson, menghadirkan karakter yang realistis tanpa menjadi stereotip.

Selain film tentang seorang anak yang menyandang autisme, Tyson’s Run juga memberikan kita pelajaran berharga tentang menjangkau mereka yang berbeda dengan kita, seperti yang dilakukan salah satu teman sekelas Tyson saat Tyson diintimidasi oleh temannya yang lain. Juga tentang menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga seperti ayah Tyson yang gila bekerja. Pesan untuk orang tua agar mencintai anak Anda tanpa syarat.

Tyson’s Run juga menunjukkan beberapa elemen iman seperti saat keluarga Tyson berdoa sebelum makan, adegan Tyson berdoa seorang diri, dan film diakhiri dengan sebuah ayat Alkitab, 1 Korintus 9: 24.

 

BACA JUGA: Film Kristen Light Your World Bikin Orang Berbondong-bondong Datang Pada Krsitus

 

“Setelah beberapa tahun terakhir, kami benar-benar membutuhkan film keluarga yang bagus dan penuh harapan yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Tentu saja Tyson's Run memiliki kriteria tersebut” kata Dodson.

“Saya harap itu membuat Anda merasa penuh harapan,” tutur Dodson.

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
1

Ikuti Kami