Kesaksian OBI: Ibu Rosida Putus Asa Hingga Sempat Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

News / 9 March 2022

Kalangan Sendiri

Kesaksian OBI: Ibu Rosida Putus Asa Hingga Sempat Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Aprita L Ekanaru Official Writer
560

Ibu Rosida Rumahorbo adalah orang tua dari Nathaniel lulusan siswa PAUD PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) OBI. Mereka tinggal di dekat lokasi School Of Life (SOL) Rawasengon. Semenjak sakit, Ibu Rosida tidak lagi bekerja di pabrik, ia membuka usaha agen gas dan air galon di rumah. 

Sakit tumor jinak di payudara sebelah kirinya telah dialami oleh Ibu Rosida sejak tahun 1993, saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA. Berbagai pengobatan alternatif telah dilakukan, termasuk meminum obat herbal selama dua tahun, tetapi tetap tidak berhasil. Akhirnya di tahun 1995, dilakukan operasi pengangkatan tumor (mamae) di payudara sebelah kirinya untuk pertama kali. Selang enam bulan setelah operasi dilakukan, tumor yang dideritanya merambat ke payudara sebelah kanan. Menurut diagnosa dokter, tumornya tidak ada indikasi menjadi penyakit kanker, tetapi hanya penyakit mamae keturunan keluarga saja.

 

BACA JUGA: Kesaksian OBI: Lembaga Kursus dan Pelatihan Komputer OBI Nias Mengubah Hidup Frans

 

Pada tahun 2004, Ibu Rosida melangsungkan pernikahannya. Tidak lama, ia mengandung anak pertamanya dan melahirkan. Setelah melahirkan tumor Ibu Rosida menjadi makin membesar, sehingga ia harus melakukan operasi tumor untuk kedua kalinya. Operasi tersebut berhasil, namun sembilan tahun berlalu Ibu Rosida melahirkan anak keduanya dan kembali merasakan sakit nyeri dan gilu di payudaranya. Akhirnya Ibu Rosida melakukan USG dan didiagnosa dokter bahwa ia terkena penyakit kanker payudara stadium tiga.

Mendengar diagnosa dokter, Ibu Rosida merasa sangat takut sampai menangis. Di dalam benaknya, ia akan segera meninggal karena tidak bisa bertahan lama. Berbagai pengobatan kembali Ibu Rosida lakukan, badannya sampai kurus dan ia juga menjalani kemoterapi. Saat menjalani proses itu Ibu Rosida merasa sangat tertekan, emosinya menjadi labil. Ibu Rosida menjadi mudah marah, sering berteriak-teriak, kadang berbicara sendiri dan membenci orang-orang disekelilingnya. Bahkan, Ibu Rosida mengusir pendeta yang akan melayaninya, karena kejadian itu ia dikatakan sudah gila hingga sempat dibawa ke rumah sakit jiwa.

Dengan kondisi yang semakin terpuruk, Ibu Rosida semakin marah kepada Tuhan. Melihat kondisi tersebut, guru-guru OBI tergerak untuk melayani Ibu Rosida. Setiap pagi guru-guru OBI mendoakan Ibu Rosida dan mengunjunginya secara berkala di rumahnya. Seiring berjalannya waktu, mental Ibu Rosida mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, ia sudah mulai tenang dan mau menerima keadaanya tanpa menyalahkan Tuhan. Jarak yang dekat membuat Ibu Rosida sering datang ke SOL Rawasengon untuk sharing dan minta didoakan oleh para guru.

 

BACA JUGA: Kesaksian OBI: School Of Life Mengubah Kebiasaan Buruk Christand

 

Walaupun Ibu Rosida menyadari carcernya sudah merambat ke ginjal, tetapi ia menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan dengan hati yang gembira. Karena suami dan anak- anaknya juga memberikan dukungan kepadanya. Sekarang ia dapat beraktivitas seperti biasa menjalankan usahanya dibantu oleh suami, anak dan karyawannya. Ibu Rosida berterima kasih kepada guru- guru di PKBM OBI yang sudah melayani dan mendoakannya.

“Jikalau Tuhan Yesus belum berkehendak memanggil saya pulang, mengapa saya harus takut menghadapi penyakit apapun,” demikian tutur Ibu Rosida saat kami mengunjunginya.

Sumber : https://www.oborberkat.com/
Halaman :
1

Ikuti Kami