Apakah Benar, Anak yang Selalu Menurut Itu Adalah Anak yang Baik?

Parenting / 7 March 2022

Kalangan Sendiri

Apakah Benar, Anak yang Selalu Menurut Itu Adalah Anak yang Baik?

Contasia Christie Official Writer
1017

Kalau Momin mau menjawab pertanyaan ini, jawabannya adalah tidak selalu. Apalagi untuk anak di bawah lima tahun. Lho kok bisa? Karena Parents, bagian otak anak yang canggih bernama frontal lobes ini belum matang. Sehingga membuat mereka sulit mengontrol tingkah lakunya, mudah terdistraksi, kurang fokus, maunya lari atau manjat atau lompat kesana kemari.

Jadi Parents, misalkan kita sudah mengarahkan mereka untuk duduk diam dan mendengarkan tapi anak tidak melakukannya, bukan berarti dia nakal ya. Apalagi usianya belum menginjak lima tahun.

Belum mampu memperhatikan

Anak masih sulit mengubah perhatiannya seperti orang dewasa. Misalnya saat mereka sedang asik bermain, dan kita meminta mereka duduk untuk mendengarkan. Mereka pasti ada ‘gaya-gaya’ penolakannya. Tapi itu bukan berarti tidak nurut lho ya, cuma karena mereka belum bisa. Justru kitalah sebagai orang tua yang harus membantunya agar mereka mampu.

Cara membuat anak belajar menuruti kemauan orang tua

Seperti yang firman Tuhan dari Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Jika kita ingin anak menjadi penurut, maka kita pun harus menjadi teladan dan panutan yang baik untuknya. Agar masa depan anak juga bisa lebih baik. Parents bisa mendapatkan cara agar anak mau menuruti orang tua dengan klik disini

Hormat atau takut?

“Tapi anak saya bisa kok selalu nurut. Padahal dia masih BELUM LIMA TAHUN lho!”

Nah kalau ini, coba Parents cek lagi. Mereka menurut apakah karena MENGHORMATI atau TAKUT dengan kita? Masih ingatkah Parents, firman Tuhan dari Efesus 6:4, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Saat kita mendidik anak dengan keras dan akhirnya mereka patuh, ini karena mereka takut.

Selain ketakutan, akan timbul amarah dalam hati mereka yang tidak bisa mereka ungkapkan. Akhirnya akan ada kepahitan, kesulitan mengenal kebutuhan dirinya sendiri, selalu meminta pendapat orang lain karena tidak mampu mengambil keputusan, dan lainnya.

Tidak nurut juga bukan hal buruk

Saat anak mampu mengatakan ‘tidak mau’, berarti dia bisa mempertahankan pendapat, mampu membela dirinya sendiri, tahu apa yang diinginkannya, dan tahu cara untuk mendapatkan keinginannya (mengenali kebutuhan dirinya).  Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua mampu MENGEREM saat tidak nurutnya kebablasan.

Caranya gimana?

1. Memberi batasan yang tegas

2. Melakukan rutinitas dengan cara yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak

3. Meningkatkan atensi dan konsentrasi anak

4. Mengubah potensi ‘kericuhan’ anak menjadi hal menyenangkan. Misalnya saat anak diajak berbelanja, biasanya dia tantrum karena menginginkan suatu hal. Sebelum belanja, usahakan membuat list dan mengomunikasikan hal itu kepada dia sampai mengerti. Jika dia ingin sesuatu diluar list tersebut, maka tidak bisa dikabulkan.

5. Menyalurkan energi anak dengan tepat. Misalnya berlari di taman supaya tidak berlarian dalam rumah, melompat di trampolin agar tidak melompat di kasur, mengajarkan anak merapihkan barang agar dia mengembalikannya setelah bermain, dll.

Sumber : dari berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami