Bukti Kasih Sejati, Menyingkirkan Ego dengan Kasih

Bukti Kasih Sejati, Menyingkirkan Ego dengan Kasih

Claudia Jessica Official Writer
      897

1 Korintus 16:14

“Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 59; Markus 3; Bilangan 1-2

Saya adalah seseorang yang menyukai resolusi tahun baru. Namun merenungkan tahun 2021 dan tahun-tahun lainnya, saya menyadari bahwa saya kehilangan begitu banyak hal. Saya tidak cukup baik dalam menyediakan waktu untuk orang-orang. Setidaknya hanya kalimat ini yang keluar dari mulut saya:

“Hai, apa kabar?”

“Baik, dan kau?”

“Baik.”

“Semoga harimu menyenangkan.”

Mengapa saya mengajukan pertanyaan jika saya tidak ingin mendengarkan jawabannya? Mungkin karena jawabannya menghabiskan banyak waktu saya yang berharga dan sangat terbatas. Ada banyak hal yang harus dilakukan. Cucian untuk dicuci, tugas yang harus diselesaikan, tagihan yang harus dibayar, dan jika saya tidak pergi ke toko kelontong dalam perjalanan pulang kerja, saya tidak akan makan sayuran untuk makan malam.

Tapi Tuhan... Tuhan adalah kasih dan Tuhan menyuruh kita untuk saling mengasihi. Sebenarnya, Tuhan memerintahkan kita melalui Paulus dalam 1 Korintus 16:14, “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” Itulah tantangan resolusi terbesar saya untuk tahun 2022, untuk mencintai dengan kasih sejati.

Tapi bagaimana saya bisa mengasihi kalau saya masih mementingkan urusan pribadi dibanding dengan orang lain?

Tentu bukan cinta namanya jika saya masih mengabaikan orang di depanku. Apakah cinta atau kasih sejati dapat dirasakan dengan menjawab telepon hanya dengan mengatakan “hm.. ya..” begitu? Apakah kasih tidak menarik? Cinta sejati, cara Tuhan mencintai, lebih peduli pada orang lain daripada urusan pribadi.

Saya telah mengabaikan kesempatan untuk memberikan cinta. Saya yakin telah berkali-kali melayangkan pertanyaan seperti “apa kabar?”

Jika saya memang mengasihi orang lain, maka saya harus melakukan lebih daripada mendengarkan hal baik darinya. Dia mungkin mengalami kesulitan, mungkin dia bergumul dengan pekerjaannya, atau pernikahannya, dan masalah lainnya. Dia membutuhkan seseorang untuk mempedulikannya danberdoa untuknya. Tapi raut wajahku mengatakan “Tidak, aku tidak memiliki waktu untuk itu.”

Tapi yang cinta lakukan? Cinta akan tetap ada. Cinta pasti ingin mendengar jawabannya, maka cinta akan memberinya waktu dan mendengarkannya.

Mencintai orang seperti Tuhan, tidak melihat mereka sebagai penghalang aktivitas dan rencana saya. Tanpa memikirkan apapun, dan hanya mendengarkan dengan sabar.

Tentu ada waktu dimana kita benar-benar tidak ada waktu, setidaknya tidak setiap hari. Kemudian, cinta menetapkan waktu untuk saling mendengarkan, peduli, dan saling mendukung. Itulah cinta sejati.

Marilah kita menjadi pribadi yang lebih terbuka dan peduli dengan orang lain. Untuk menunjukkan cinta kepada orang-orang yang bersama kita, mari kita bertanya “apa kabar?” dengan hati dan telinga terbuka lebar. Karena itulah yang akan dilakukan cinta, dan saya memutuskan untuk mencintai. Akankah kamu bergabung denganku?

 

Hak cipta oleh Kim Sorrelle, disadur dari crosswalk.com.

Ikuti Kami