Fakta Alkitab: Persembahan Dapat Menghapus Dosa?

Fakta Alkitab / 26 February 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Persembahan Dapat Menghapus Dosa?

Claudia Jessica Official Writer
2544

Persembahan merupakan wujud ucapan syukur dan sukacita umat Allah atas kasih, anugerah dan berkat yang telah Allah berikan. Hal ini menunjukkan bahwa umat tidak melupakan Tuhan sebagai pemberi berkat.

Lalu seperti apa penggambaran Alkitab mengenai persembahan? Siapakah tokoh Alkitab pertama yang terlibat dalam pemberian persembahan? Bagaimana cara orang percaya modern memberikan persembahan?

 

Persembahan Pertama

Kejadian 4:3-4 merupakan peristiwa pertama dalam Alkitab yang menceritakan perihal persembahan. (“Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,”).

Kain dan Habel ada tokoh Alkitab pertama yang menunjukan bagaimana cara manusia memberikan persembahan kepada Allah. Selain mereka, Kitab Kejadian juga memberikan contoh tokoh-tokoh lainnya yang memberikan persembahan kepada Tuhan, seperti Nuh (Kej. 8:20-21), Abraham (Kej. 18:3-8), dan Yakub (Kej. 31:53-54). Para patriark ini memberikan persembahan dengan inisiatif pribadi, serta menunjukan cerminan hubungan pribadi mereka dengan Allah.

Namun perlu diketahui bahwa persembahan yang dilakukan oleh Kain dan Habel, Nuh, Abraham, dan Yakub, adalah persembahan yang terjadi di masa sebelum berdirinya Kemah Suci.

 

Aturan Persembahan dalam Kemah Suci

Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa diperintahkan Tuhan untuk membangun Kemah Suci, yakni kemah pertemuan di mana Tuhan akan berjumpa dengan umat-Nya. Adanya kemah suci membuat Tuhan memberikan aturan atau hukum yang berlaku dalam tata cara beribadah, baik aturan sebagai imam besar, para imam, hukum aturan moral, hukum aturan sosial, maupun tata cara persembahan,

Kitab Imamat merupakan bagian khusus dalam Alkitab yang menetapkan hukum atau aturan yang harus dilakukan oleh umat Tuhan pada waktu itu, dalam memberikan persembahan.

Setiap hal yang akan dilakukan terkait persembahan sudah diatur sedemikian rupa, sehingga seseorang yang akan memberikan korban persembahan tidak semata memberikan kepada Tuhan, namun harus sejalan dengan aturan atau ketetapan yang ada dalam kitab imamat. Hal ini menunjukan bahwa betapa pentingnya korban atau persembahan di dalam perjanjian lama.

 

Berbagai Jenis Persembahan

Kitab Imamat menyampaikan beberapa jenis persembahan. Persembahan yang dimaksud adalah persembahan korban, seperti:

- Korban Sajian (Imamat 2:1)

Korban sajian ini dipersembahkan setelah seseorang mendapat penghasilan. Hanya ada dua macam mata pencaharian di zaman itu, yaitu pertanian dan peternakan. Sepersepuluh dari mata pencaharian itu dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Persembahan ini sebagai tanda ucapan syukur dan menyatakan bahwa hidup manusia adalah anugerah Tuhan.

- Kedua, Korban Penebus Salah (Imamat 4: 13-14)

Jenis korban ini diberikan ketika manusia melakukan dosa tanpa sengaja atau lalai. Misalnya, ingkar memenuhi janji atau menabrak binatang piaraan orang lain hingga mati. Kitab Imamat mengajarkan bahwa orang yang lalai harus mengganti kerugian dan mempersembahkan korban di bait Allah.

- Korban Penghapus Dosa (Imamat 4:1-4)

Persembahan ini sebagai wujud kesadaran dan pengakuan manusia akan dosa di masa lalu. Tata cara dalam korban ini yaitu dengan menyembelih lembu jantan muda lalu dibakar di atas mezbah, yang dipersembahkan hanya bagian-bagian yang dianggap paling harum. Sedangkan seluruh bagian lain harus dibakar di luar kemah pertemuan karena kemah pertemuan tidak boleh tercemar.

- Korban Bakaran (Imamat 6: 12-13)

Korban bakaran dipersembahkan sebagai pernyataan syukur atas perdamaian manusia dengan Allah dengan membawa ternak terbaik dan disembelih serta di bakar di atas mezbah.

- Korban Keselamatan (Kejadian 31: 54)

Korban keselamatan ini berupa ternak yang di bawa ke hadapan Tuhan tiap kali berkunjung ke bait-Nya. Sang pemilik harus meletakkan tangan di atas kepala binatang korban sebagai lambang keselamatan yang dianugerahkan Tuhan baginya sehingga tidak binasa dalam dosa.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami