Kasih yang Mampu Menjangkau Orang yang Tidak Pernah Kita Kira
Kalangan Sendiri

Kasih yang Mampu Menjangkau Orang yang Tidak Pernah Kita Kira

Claudia Jessica Official Writer
      1289

Lukas 6:27

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 49; Kisah Para Rasul 21; Imamat 8-9

Hari valentine adalah salah satu hari perayaan yang tidak resmi namun banyak sekali yang merayakannya. Ada beberapa penjelasan berbeda mengenai hari raya valentine yang dinyatakan sebagai perayaan para martis pada tahun 496 M oleh Santo Paus Gelasius I.

Ada beberapa kisah tentang asal muasal hari valentine.

Beberapa pihak berwenang percaya bahwa perayaan itu dirancang untuk mengalihkan orang Kristen dari perayaan Pagan Lupercalia, sebuah festival Romawi Kuno. Pakar lain menghubungkan kegiatan bertukar kasih sayang dengan kepercayaan Inggris kuno bahwa burung memilih pasangannya pada hari itu.

Gereja mula-mula memiliki dua orang kudus bernama Valentine. Dalam sebuah cerita Kaisar Romawi Claudius II melarang pria muda untuk menikah karena berpikir bahwa pria muda akan menjadi prajurit yang lebih baik. Seorang pendeta bernama Valentine tidak mematuhinya dan menikahkan pasangan muda secara diam-diam.

Versi lain menegaskan bahwa Valentina adalah seorang Kristen yang berteman dengan anak-anak. Ketika orang Romawi memenjarakannya, anak-anak melemparkan surat cinta melalui jendela selnya.

Yesus memadatkan sepuluh perintah menjadi dua:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” – Markus 12:30

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” – Yohanes 13:34

Dia berkata bahwa kasih yang kita miliki untuk satu sama lain akan membuktikan kepada dunia bahwa kita adalah pengikutnya (Yohanes 13:35).

Begitu kita merasakan kasih Tuhan yang melimpah dan tanpa syarat, satu-satunya balasan yang masuk akal adalah membagikan kasih itu kepada orang lain.

Yesus juga memberikan perintah yang tampaknya tidak masuk akal dan mustahil:

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.” – Lukas 6:27

Kecenderungan alami kita adalah hanya untuk mencintai mereka yang mencintai kita, yang menurut Yesus bukanlah sebuah kebanggaan. Cinta tanpa pamrih yang Dia gambarkan hanya dapat diekspresikan dengan bantuan supranatural dari Roh Tuhan. Cinta seperti ini menawarkan kepada dunia sebuah kesaksian yang tak terbantahkan tentang cinta dan kuasa Tuhan yang mengubahkan.

Mungkin, kita harus menggunakan tanggal 14 Februari untuk menjangkau mereka yang tidak terpikirkan saat kita memikirkan Valentine.

 

Hak Cipta Dianne Neal Matthews. Digunakan dengan izin.

Ikuti Kami