Tuhan Tidak Memilih Orang yang Dia Sukai, Tapi…

Tuhan Tidak Memilih Orang yang Dia Sukai, Tapi…

Claudia Jessica Official Writer
      967

Lukas 17:15-16

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 42; Kisah Para Rasul 14; Keluaran 33-34

Sepuluh penderita kusta telah disembuhkan, namun hanya satu orang yang kembali untuk memuliakan Tuhan. Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa orang yang telah kembali ini adalah orang asing yang dihina. Kita seringkali kehilangan berkat Tuhan karena terkadang berkat itu datang melalui orang-orang yang tidak kita “setujui”.

Saya pernah diminta untuk bekerja di komite pengarah perang salib yang diadakan oleh Billy Graham Evangelistic Association. Grady Wilson, seorang penginjil yang akan berkhotbah.

Saya telah diselamatkan dan dipelihara dalam Kristus selama pembaruan karismatik yang terjadi di Gereja bagian akhir pada abad terakhir. Salah satu pusat utama dari iman kita adalah kepercayaan terhadap baptisan Roh Kudus. Salah satu teman saya yang menghadiri gereja saya mengetahui keterlibatan saya dalam perang salib ini dan dia berkata kepada saya, “Saya tidak akan terlibat dengan mereka. Mereka bahkan tidak percaya terhadap baptisan Roh Kudus.”

Pada waktu itu saya adalah seorang Kristen baru, dan perkataannya mengguncang saya. Saya mulai panik dan memiliki keraguan tentang keterlibatan saya dalam perang salib. Meskipun saya ragu, apa yang telah dikatakan oleh teman saya tidaklah cocok dengan saya, dan saya terus melakukan peran saya, melayani Tuhan sebagai panitia dari acara ini. Hasilnya, saya memiliki pengalaman yang luar biasa.

Berhubungan dengan menjangkau jiwa yang terhilang, hal itu sama seperti madu daru gunung batu. Orang-orang dari tim Billy Graham telah lupa banyak hal dari apa yang saya ketahui tentang penginjilan. Saya belajar bahwa saya membutuhkan orang-orang yang tidak tahu banyak hal, persis seperti saya. Perbedaan pengetahuan teologi membuat saya merindukan pengalaman yang menakjubkan ini, hari dimana banyak orang yang hidupnya diubahkan.

Sungguh menakjubkan, Tuhan memakai orang yang tidak percaya seperti kita. Salah satu teman dari Firman Tuhan di atas adalah bahwa Tuhan menggunakan orang-orang yang tidak memadai dan penuh kekurangan. Tentu saja, pengetahuan teologi gitu itu penting. Tetapi apakah hal tersebut signifikan untuk memecah belah kita?

Anda mungkin pernah mendengar tentang pendeta yang berdiskusi dengan Tuhan tentang bekerja di gereja lain. Dia berkata kepada Tuhan, “Saya tidak tahu apakah saya setuju dengan semua yang mereka lakukan.” Kemudian Tuhan menjawab, “AKU tidak selalu setuju dengan semua yang kau lakukan, namun AKU masih memberkatimu.”

Rasul Paulus menginstruksikan kita dalam Roma 12:4-5:

“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”

Ketika kita memisahkan diri dari keluarga Allah, kita sedang mematahkan Tubuh Kristus dan kehilangan sebagian dari karakter Allah.

Orang Samaria yang bersyukur mengungkapkan kepada kita bahwa mengasihi Tuhan dibuktikan dengan rasa syukur di dalam hati kita daripada kebenaran teologis dalam pikiran kita.

Tuhan, nyatakan kepada kami kebutuhan kami akan orang lain dalam Tubuh Kristus. Tuhan Yesus, buka mata kami untuk melihat bahwa jika kami tidak menerima semua saudara dan saudari kami, kami tidak melihat Engkau. Seperti orang Samaria yang dihina, berilah kami hati yang bersyukur.

 

Hak Cipta © 2019 Ken Barnes, digunakan dengan izin.

Ikuti Kami