Hanya Karena Lupa Matikan Keran Air, Aku Jadi Korban KDRT – Louis Rita

Milenial / 9 February 2022

Kalangan Sendiri

Hanya Karena Lupa Matikan Keran Air, Aku Jadi Korban KDRT – Louis Rita

Lori Official Writer
1673

Bagi sebagian pasangan yang sudah lama menikah, mungkinakan muncul statement yang mengingatkan orang-orang muda untuk tidak usah menikah. Kenapa begitu?

Karena pada kenyataannya, pernikahan tidak seindah di awal-awal pernikahan. Cinta bisa memudar dan berubah menjadi dingin, bahkan pasangan yang awalnya begitu mencintai kita justru mulai ringan tangan, setiap hari main pukul, bertengkar dan salah satu pihak yang lemah hanya bisa jadi korban sakit hati.

Tapi benarkah tidak menikah menjadi pilihan? 

Tentu saja Tuhan merancangkan pernikahan sebagai hal yang indah. Dimana dua jiwa menjadi satu. Pernikahan adalah bahtera rumah tangga, yang dibangun oleh suami istri, untuk menjalaninya dengan satu tujuan yaitu mengarungi pulau pengharapan dan masa depan bersama.

Menikah bukan ide yang buruk. Hanya saja siapa yang kita nikahi dan bagaimana membangun pernikahan itulah yang perlu disadari oleh setiap pasangan menikah.

Namun bagaimana jika mereka terlanjur menjalani pernikahan yang penuh dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tak lagi ada yang namanya kasih?

 

Baca Juga: Deritaku Saat Sedang Hamil, Suami Tega KDRT dan Selingkuh – Masnita

 

Hal inilah yang dialami oleh seorang istri bernama Louis Rita. Dia tak menyangka badai dalam pernikahannya mulai muncul dari karakter sang suami yang temperamen. Setiap kali melakukan kesalahan sekecil apapun, dia harus menerima hajaran dari sang suami. Dia tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan diam.

“Suami saya sering kali memukul saya kalau saya melakukan kesalahan. Sekalipun itu kesalahan kecil seperti lupa mematikan lampu, matii keran di kamar mandi, itu bisa membuat dia marah besar. Suami saya itu temperamental,” terang Louis.

Bertemu di komunitas persekutuan doa dan berpacaran selama tiga bulan, membuat Louis merasa mantap menikah dengan sang suami. Apalagi saat itu, dia melihat bagaiman pria yang ia cintai tersebut adalah sosok yang dewasa, pendiam dan tidak suka melakukan hal-hal yang aneh. 

“Jadi apa yang saya bayangkan dulu, bahwa saya akan memiliki pasangan yang takut Tuhan, memiliki pasangan yang care, memiliki pasangan yang melindungi, itu saya rasakan di dalam pernikahan itu gak ada. Saya hidup dalam ketakutan,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Firman Tuhan Mengubahku Dari Pelaku KDRT Jadi Suami yang Benar – Gelbon Sianturi

 

Fatalnya, ketika dia mulai melakukan kesalahan sang suami tidak akan berhenti melakukan KDRT hingga dia merasa puas. Hal inilah yang memaksa Louis memilih diam saja daripada melakukan perlawanan. 

“Saya ngalamin kayak orang maling ayam ketahuan terus digebukin warga. Nah itu yang saya alamin. Sampai berdarah-darah, di situ saya merasa bahwa saya mati dah. Ini udah mati deh pasti,” demikian ia mengenang perlakuan suaminya yang sadis.

Sementara sang suami tampak sudah kehilangan akal. Kalau bukan karena pertolongan Tuhan, Louis bisa saja mati di tangan suaminya sendiri. Dengan cara yang ajaib, Louis pun berhasil 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami